Berita Bontang Terkini

DPRD Bontang Geram, Tuding Pemkot Tidak Mampu Mengatasi Ancaman Buaya di Selambai Lok Tuan

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faizal, geram atas respon Pemerintah Kota Bontang yang dinilai lambat mengatasi persoalan

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Papan peringatan tanda bahaya ada reptil buaya. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faizal, geram atas respon Pemerintah Kota Bontang yang dinilai lambat mengatasi persoalan maraknya kemunculan buaya, di Kampung Atas Laut Selambai Bontang, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faizal, geram atas respon Pemerintah Kota Bontang yang dinilai lambat mengatasi persoalan maraknya kemunculan buaya, di Kampung Atas Laut Selambai Bontang, Kalimantan Timur.

Bahkan wacana pembuatan penangkaran buaya yang terus digulirkan sejak dua tahun lalu pun belum ada realisasi.

Padahal, ancaman predator buas yang kerap menampakkan dirinya setiap hari menjadi teror bagi warga pemukiman.

Banyak masyarakat baik dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa telah menjadi korban serangan buaya.

Baca juga: NEWS VIDEO Kaki Pelajar SMP di Bontang Nyaris Putus, Akibat Diterkam Buaya Saat Hendak Berenang

Diua korban dalam sepekan kemarin itu telah menggenapkan 8 orang warga selambai yang diterkam buaya.

"Banyak sudah, makanya harus dibuatkan penangkaran. Mau sampai kapan begini. Lagian manfaatnya bukan hanya keselamatan si buaya saja. Tetap juga dieksploitasi untuk kepentingan daerah. Kan bisa jadi tempat wisata," katanya kepada Tribunkaltim.co pada Senin (1/3/2021). 

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan Pemkot Bontang perlu meningkatkan profesionalitas regu penjinak satwa di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

Menurutnya, kinerja mereka cukup berhasil mengevakuasi satwa liar mulai dari ular hingga tawon.

Baca juga: Teror Buaya 3 Meter Muncul di Lokasi Perumahan Warga Samarinda, Evakuasi Sempat Temui Kendala

"Meraka juga kadang berhasil evakuasi Buaya dipemukiman warga dengan peralatan seadanya. Namun untuk yang di Selambai tidak bisa," bebernya.

Sehingga ia pun mendorong agar mereka diberi fasilitas yang mempuni. Serta harus diedukasi untuk evakuasi buaya khusus di wilayah pesisir.

“Jadi kita tidak perlu lagi lama-lama menunggu BKSDA untuk datang jauh-jauh,” pungkasnya.

Sepekan Dua Orang jadi Korban

Belum hilang ingatan, insiden remaja (16) yang diserangan buaya, Rabu (24/2/2021) lalu, kini kembali menimpa AL pelajar SMP di Laut Selambai Kota Bontang.

Kejadian itu terjadi saat AL (13) hendak berenang dengan rekannya pada, Minggu (27/02/2021) kemarin, sekira pukul 14.30 Wita.

Akibatnya, kedua korban ini mendapat luka dibagian kaki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved