Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga CPO Menguat, DJBC Kalbagtim Catat Target Bea Masuk, Bea Keluar, Cukai Capai 93% sampai Maret

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali bergerak menguat dan mencapai level tertingginya sejak 25 Maret lalu.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi Dinas Perkebunan Kaltim melakukan identifikasi bibit sawit. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali bergerak menguat dan mencapai level tertingginya sejak 25 Maret lalu.

Hal tersebut ditopang oleh tingginya ekspor ke Malaysia jelang Ramadhan dan reli harga minyak dan minyak biji kedelai.

Hal ini membuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur, mencatatkan penerimaan hingga triwulan pertama cukup tinggi.

Baca juga: Indonesia Kuasai Pasar Sawit di ASEAN, Regional Leader Bagi Pasar Dunia

Baca juga: Perkebunan Sawit di Kalimantan Timur jadi Sektor Terkuat Selama Covid-19 pada Tahun Lalu

Menurut data yang dihimpun, dari target penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai, yakni Rp 522,07 miliar sampai Maret sudah terhimpun Rp 489,4 miliar atau 93,75 persen.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas DJBC Kalbagtim, Widyo Tutuko mengatakan, meskipun baru di awal periode, pihaknya berhasil mendekati target tahun ini.

Capaian hampir mendekati target.

Geliat ekspor khususnya CPO saat ini sedang naik daun.

Diakui Widyo, pencapaian yang melampaui target ini cukup mengejutkan.

"Dari proyeksi awal harusnya, pihaknya baru berhasil menghimpun penerimaan sebesar 24,18 persen," ujar Widyo, Senin (12/4/2021).

Padahal penerimaan di Maret sudah mencapai 93,75 persen.

Kontribusi utama saat ini CPO, saat ini memang harga CPO sangat bagus.

Jadi pengusaha CPO banyak yang melakukan ekspor.

Secara rinci, penerimaan bea keluar sampai Maret mencapai Rp 356,5 miliar, padahal hanya ditargetkan Rp 17,7 miliar.

Kenaikannya pun cukup tinggi.

Ekspor CPO tidak hanya mentahnya, tapi turunannya juga banyak.

"Sedangkan untuk bea masuk, ditargetkan Rp 504,03 miliar justru baru terealisasi Rp 132,7 miliar. Sedangkan cukai dari target Rp 252,1 juta baru mencapai Rp 129,7 miliar," ucapnya.

Berita tentang Ekonomi dan Bisnis

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved