Kamis, 16 April 2026

Berita Nasional Terkini

Gara-gara Lepas Infus, Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, Padahal Korban Sudah Bersujud

Kejadian itu terjadi di RS Siloam Sriwijaya Palembang, korbannya merupakan seorang perawat wanita yang mendapatkan sejumlah aksi kekerasan

Kolase TribunKaltim.co - Tangkapan Layar IG & TRIBUN SUMSEL/PAHMI RAMADAN
Gara-gara Lepas Infus, Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, Padahal Korban Sudah Bersujud. Kini kasus tersebut tengah ditangani kepolisian dari Polrestabes Palembang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tenaga medis diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Bahkan, tersebar video aksi penganiyaan yang dilakukan oleh keluarga pasien, hingga akhirnya viral di media sosial.

Kejadian itu terjadi di RS Siloam Sriwijaya Palembang, korbannya merupakan seorang perawat wanita yang mendapatkan sejumlah aksi kekerasan dari keluarga pasien.

Dalam video tersebut terlihat penganiayaan terjadi di RS Siloam ruangan IPD 6 di kamar 6026, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (15/4/2021) sekira pukul 13.40 WIB.

Terlihat seorang pria menggunakan topi putih dan baju koas merah menarik rambut korban.

Si perawat sendiri terlihat dijambak rambutnya dan dipukuli wajahnya.

Baca juga: Megawati Ungkap Mensos Risma Sering Menangis dan Perawatan Kurusan, Ini Penyebabnya

Baca juga: Peringatan HUT ke-47 PPNI di Kutai Timur, Bantu Makanan Nutrisi untuk Tingkatkan Imun Perawat

Ada juga beberapa orang yang berusaha melerai dan memisahkan.

Kejadian itu sontak membuat heboh RS tersebut hingga mengundang perhatian petugas lainnya yang langsung melerai penganiayaan tersebut.

Perawat yang menjadi korban diketahui bernama, CRS (28).

Korban sendiri telah membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

CRS kepada petugas mengatakan sempat berlutut kepada pelaku agar mau memaafkannya dan tidak lagi memukulnya.

Namun terlapor tetap saja marah dan menendang perutnya.

Tidak hanya CRS (28) yang menjadi korban penganiayaan, namun seorang perawat lainnya dari RS Siloam Sriwijaya ARP (31) juga menjadi korban perusakan.

Baca juga: Hari Jadi ke-17, PPNI Kutim Harap Kesejahteraan Perawat Terus Meningkat

Baca juga: Peringatan Hari Perawat Nasional di Kutim, Mulai dari Pakai Baju Batik hingga Potong Tumpeng

Diketahui ARP pada saat kejadian yang merekam kejadian tersebut menggunakan handphonenya.

Kepada petugas, ARP mengatakan, saat ia mendengar adanya keributan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved