Breaking News
Senin, 13 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Optimistis Bangkit di 2021, Pengrajin Batik Shaho Balikpapan Manfaatkan Teknologi Digital

Beroperasi sejak tahun 1996, pemilik Batik Shaho Balikpapan sudah mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya, rermasuk penurunan omzet yang si

Penulis: Heriani AM |
TRIBUNKALTIM/CAHYO WIDANANTO
Aktivitas pengrajin batik Shaho di Balikpapan. TRIBUNKALTIM/CAHYO WIDANANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Beroperasi sejak tahun 1996, pemilik Batik Shaho Balikpapan sudah mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya, rermasuk penurunan omzet yang signifikan sejak pandemi Covid-19.

Putra ketiga dari Supratono pemilik Batik Shaho, Oki Hendro Julianto mengatakan, tak hanya memproduksi batik, pihaknya juga membuka kelas belajar membatik.

Tahun 2020 merupakan titik di mana penurunan pendapatan amat tajam.

Baca juga: Ekspor Kian Mudah, Berikut Penjelasan Dinas Perdagangan Balikpapan Soal Alurnya

Baca juga: Geliat Ekspor Kepiting di Balikpapan, Triwulan Pertama di 2021 Nilainya Capai USD 625.927,50

"Sekitar 90 persen (turunnya). Pemberian batik bagi pelajar, mulai dari SD hingga SMA tidak bisa dilakukan karena tidak boleh mengumpulkan massa. Jadi tutup semua," ujar Oki, Selasa (20/4/2021).

Kendati demikian, produsen batik yang beralamat di Jalan LKMD, Batu Ampar, Balikpapan Utara, melihat secercah harapan di tahun 2021.

Di mana kursus kini beralih via daring.

Hal ini cukup mendongkrak pendapatan, yakni sekira 25 persen.

Ia memanfaatkan zoom meeting secara massif, meskipun masih ada beberapa sekolah yang menolak untuk menggunakan media tersebut.

Berbeda cerita jika kursus dilakukan secara offline, yang turut memberikan dampak pada pendapatan.

Pasalnya, kursus yang diikuti pelajar, terutama murid, akan mengikutsertakan orangtua mereka.

"Pelajar SD secara otomatis mengikutkan orang tua, dan banyak dari mereka yang beli produk," jelasnya.

Selain tetap menerima pesanan secara langsung, yang mana selain Balikpapan permintaan juga datang dari Penajam, Long Ikis, Samarinda, hingga Sangatta.

Pihaknya juga memanfaatkan market place dan instagram.

Maka itu, pada tahun 2021 ini pihaknya berharap dan optimistis penjualan batik akan kembali normal.

Berita tentang Balikpapan

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved