News Video
NEWS VIDEO Suasana Idul Fitri Sudah Terasa di Kampung Ketupat Samarinda
Baru sepekan bulan puasa berjalan, suasana lebaran Idul Fitri sudah terasa di Kampung Ketupat, Jalan Mangkupalas RT 14 dan RT 15, Kelurahan Masjid
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru sepekan bulan puasa berjalan, suasana lebaran Idul Fitri sudah terasa di Kampung Ketupat, Jalan Mangkupalas RT 14 dan RT 15, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Kampung ketupat yang juga dikenal sebagai Kampung Warna-Warni ialah salah satu destinasi wisata lokal yang ada di Kota Tepian.
Permukiman yang terletak di atas perairan Sungai Mahakam ini memiliki ratusan pengrajin ketupat,
merupakan warga asli setempat yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalani kehidupan sebagai pengrajin.
Baca juga: NEWS VIDEO Sosok RA Kartini, Pahlawan Pejuang Emansipasi Wanita
Salah satunya Samsiah. Nenek berusia 53 tahun ini ialah pengrajin anyaman ketupat yang sudah 32 tahun menggeluti pekerjaan ini.
Dia dalam sehari bisa membuat 1.000 sampai 3.000 biji anyaman ketupat berbagai ukuran yang dibuat dari bahan dasar daun nipah.
"Sejak 1989, sudah puluhan tahun (menjadi pengrajin anyaman ketupat). Alhamdulillah laris dan sangat meningkat penjualannya (dibulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri)," sebutnya ditemui Rabu (21/4/2021) hari ini.
Samsiah juga mengaku, peningkatan permintaan anyaman ketupat pada bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri melonjak.
Baca juga: NEWS VIDEO Masyarakat Bingung Jalan Teluk Bajau Kota Samarinda Ditutup
Permintaan itu datang dari berbagai pasar tradisional di Samarinda maupun luar kota.
"Ada yang jual langsung ke pembeli yang datang, ada juga kirim ke pasar. Kalau per biji Rp 1.000 sampai dengan Rp 1.500 tergantung ukuran," ucapnya.
Kenaikan harga jual anyaman ketupat juga terjadi menjelang Idul Fitri. Samsiah juga menyebut bahwa menjual ke langganan.
Seperti langganan rumah makan Coto Makassar di Kota Samarinda yang biasanya dalam sepekan mengirim saya kirim 14.000 biji anyaman ketupat ke sana dengan harga Rp 20 ribu per 100 biji.
"Iya langganan juga rumah makan Coto di Samarinda, bukan cuman pasar saja sebetulnya," tutup Samsiah.
Berita lainnya tentang Samarinda Terkini
Berita lainnya Tentang News Video
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Videografer: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Ardians