Berita Paser Terkini
Peringati Hari Kartini 2021, Pemkab Paser Hadirkan 100 Tokoh Perempuan Inspiratif
Pemerintah Kabupaten Paser melakukan upacara peringatan hari kartini ke-143 tahun, yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
Dikutip dari grid.id, diketahui bahwa di masa penjajahan Belanda, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Raden Ajeng Kartini merupakan anak dari keturunan bangsawan Jawa Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan MA Ngasirah.
Dikutip dari grid.id, diketahui bahwa di masa penjajahan Belanda, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Budaya patriarki masih melekat di tanah Jawa. Oleh karena itu, kaum wanita memiliki kewajiban untuk mengurus rumah dan tidak boleh memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari kaum pria.
Namun RA Kartini memiliki kesempatan yang berbeda. Ia memulai pendidikannya di sekolah elit, Europeesche Lagere School (ELS), karena ayahnya terkenal sebagai seorang penjabat sekaligus bangsawan.
Europeesche Lagere School (ELS) tidak dibuka untuk umum, melainkan hanya untuk anak-anak dari keturunan bangsawan Indonesia, Eropa dan Negara Timur.
Namun setelah usia 12 tahun, ia harus berhenti bersekolah karena harus mengikuti budaya yang berjalan.
Dikutip dari bobo.grid.id, Kartini memiliki semangat yang tinggi dalam hal mencari ilmu.
Maka dari itu selama di rumah ia tetap rajin mencari ilmu, dengan bertukar pikiran dengan teman-temannya melalui surat.
Penulis Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dihadiri-100-tokoh-wanita-inspiratif-paser.jpg)