Berita Nunukan Terkini
DPRD Nunukan Kritik Infrastruktur Perbatasan RI-Malaysia, Harus Ditingkatkan Bukan Andalkan Sungai
Infrastruktur jalan di perbatasan RI-Malaysia, utamanya di wilayah III Kabupaten Nunukan, hingga kini masih jadi keluhan masyarakat
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Infrastruktur jalan di perbatasan RI-Malaysia, utamanya di wilayah III Kabupaten Nunukan, hingga kini masih jadi keluhan masyarakat.
Demikian diungkapkan oleh Anggota Komisi III, DPRD Nunukan, Lewi kepada Tribunkaltara.com saat ditemui di Kabupaten Nunukan pada Minggu (25/4/2021).
Dia utarakan, bagaimana tidak, untuk memenuhi kebutuhan pokok ke ibu kota kecamatan saja, masyarakat harus menyusuri sungai dengan waktu berjam-jam.
Baca Juga: Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang Akui Harga Barang di Perbatasan RI-Malaysia Mahal
Baca Juga: Aturan Larangan Mudik Lebaran, Motoris Speedboat di Perbatasan RI-Malaysia Minta Pertimbangan
Kali ini Lewi membeberkan, ada 7 kecamatan yang secara administrasi masuk dalam wilayah III, yaitu:
- Kecamatan Sembakung: 10 Desa
- Kecamatan Sembakung Atulai: 10 Desa
- Kecamatan Lumbis: 28 Desa
- Kecamatan Lumbis Ogong: 49 Desa
- Kecamatan Sebuku: 10 Desa
- Kecamatan Sei Menggaris: 4 Desa
- Kecamatan Tulin Onsoi: 12 Desa.
Wilayah III itu membutuhkan peningkatan infrastruktur jalan. Utamanya jalan dari Mansalong ke Lumbis Pansiangan.
"Masyarakat berharap di tindaklanjuti oleh pemerintah pusat sehingga jalan bisa digunakan," kata Anggota Komisi III, DPRD Nunukan, Lewi.
Menurut legislator PDI-P itu, pemerintah tidak boleh membuat masyarakat terus bergantung pada transportasi sungai berupa perahu kayu.
Selain karena waktu tempuh yang cukup lama, resiko melalui jalur sungai juga sangat besar.
"Jangan lagi gunakan transportasi sungai. Karena resikonya besar. Belum lagi Nunukan diprakirakan menjadi salah satu wilayah yang terdampak akibat Bibit Siklon Tropis 94W," ucapnya.
Baca Juga: Lalu Lintas Orang di Perbatasan RI-Malaysia, Imigrasi Nunukan Sebut Banyak Istilah Jalur Gajah
Baca Juga: Pejabat BNPP Tinjau ke Nunukan Titik Perbatasan RI-Malaysia, Tidak Mau Terjadi Penangkapan WNI Lagi
Selain itu, Lewi mengatakan, pemerintah daerah sempat membuka jalan alternatif dari Desa Lubok Buat sampai ke Desa Atap di wilayah Sembakung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lewi-kepada-tribunkaltara.jpg)