Minggu, 26 April 2026

Yunus Abbas Meninggal Dunia

Ketua PMI Tarakan HM Yunus Abbas Wafat, Beginilah Sepak Terjangnya Semasa Hidup

Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas pada Rabu (28/4/2021)

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Situasi rumah almarhum. Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas pada Rabu (28/4/2021). Kepergiannya terasa sangat cepat bahkan mendadak bagi keluarga. 

Kembali ia mengatakan selama ini tak ada riwayat penyakit jantung yang dimiliki sang kakak. Dari dokter lanjut Amir Hamzah, sang kakak didiagnosa tak memiliki riwayat jantung.

Namun karena asam lambung yang naik, kemungkinan terasa sakit dan sesak karena penyempitan pembuluh darah. "Karena memang mengeluhnya di bagian dada terasa nyeri," ungkapnya.
"Tidak ada, beliau penyakitnya hanya asam urat. Kami juga kaget semua gak nyangka. Tiba-tiba seperti ini kondisinya," lanjut Amir Hamzah.

Sebagai kakak paling sulung, almarhum dikenal sebagai orang yang paling dituakan dan menjadi panutan dalam keluarga. Banyak kenangan selama bersama almarhum semasa hidup.

Terutama di momen kumpul keluarga. Kumpul keluarga selalu menjadi rutinitas ia bersama seluruh saudaranya.

Di momen kumpul keluarga, sang kakak selalu tampil memberikan petuah, amanat kepada saudara bahkan kepada seluruh keponakan-keponakannya.
Amir Hamzah berjanji tetap akan meneruskan rutinitas silaturahmi kumpul keluarga itu sepeninggal sang kakak.

"Setiap kumpul keluarga yang rutin dilakukan, selalu ada petuah. Itu yang tidak bisa kami lupakan. InsyaAllah kami teruskan silaturahmi itu tidk akan putus sampai di anak cucu dan keponanakan," ungkap Amir Hamzah yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pertambahan dan Energi Dishutamben Kota Tarakan sebelum nama Dishutamben berganti nomenklatur.

Ia melanjutkan, ada pesan orang tua terdahulu yang tetap harus dijaga yakni jangan sampai putus silaturahmi antarbersaudara.

Setiap kali momen pertemuan keluarga, selain anak, keponakan almarhum juga ikut mendapat wejangan. Sehingga begitu terasanya kehilangan sang kakak.

Ia bersyukur, seluruh anak-anak almarhum sudah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan hingga tingkat master. Itu buah dari cara mendidik sang kakak untuk anak-anak almarhum. Bahkan tidak sampai di anak saja, sampai level keponakan selalu diberikan wejangan.

" Sampai melanjutkan ke tingkat S2 keponakan-keponakannya itu karena pembekalan dari beliau juga," kenang Amir Hamzah.

Almarhum meninggal di usia 55 tahun. Almarhum selama masa hidup dikenal sebagai seorang organisatoris dan aktivis. Sempat ada isu bahwa almarhum meninggal karena kelelahan ikut mengurus persiapan pelantikan Pengurus PMI Provinsi Kaltara yang digelar Rabu (28/4/2021) hari ini.

Namun hal itu ditepis sang adik. Ia mengatakan, selama masa hidupnya sejak dari zaman menjadi mahasiswa sampai sudah menikah dan bekerja, ia tak pernah berhenti beraktivitas. Almarhum dikenal sebagai seorang yang pantang mengenal lelah.

"Namanya mantan aktivits bahkan sampai sebelum meninggal masih mengurusi organisasi ya. Beliau dikenal aktivis organisasi. Beliau kerahkan semua jiwa raganya bagamaina membesarkan organisasi," beber Amir Hamzah.

Sehingga tak tepat jika dikatakan kelelahan karena kegiatan ataupun pekerjaannya. Almarhum saat ini tercatat sebagai Ketua PMI Kota Tarakan yang aktif.

Dedikasinya untuk PMI begitu luar biasa. Almarhum meninggalkan dua generasi yang juga saat ini sudah menyelesaikan strata 2 (S2).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved