Sabtu, 11 April 2026

Yunus Abbas Meninggal Dunia

Ketua PMI Tarakan HM Yunus Abbas Wafat, Beginilah Sepak Terjangnya Semasa Hidup

Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas pada Rabu (28/4/2021)

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Situasi rumah almarhum. Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas pada Rabu (28/4/2021). Kepergiannya terasa sangat cepat bahkan mendadak bagi keluarga. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Dr. Muhammad Yunus Abbas pada Rabu (28/4/2021). Kepergiannya terasa sangat cepat bahkan mendadak bagi keluarga.

Kediamannya di Jalan Cahaya Baru Kelurahan Karang Harapan, dibanjiri ratusan pelayat yang merupakan keluarga dan rekan almarhum semasa hidup.

Di sepanjang jalan masuk menuju rumah duka, berbagai karangan bunga terhampar mengiringi kepergian almarhum.

Amir Hamzah, sang adik ketiga almarhum tak kuasa menahan kesedihan. Kepada media ia menceritakan awal mula kematian sang kakak yang dinilainya begitu mendadak.

Baca Juga: Belum Sempat Dilantik Jusuf Kalla, Ketua PMI Tarakan HM Yunus Abbas Tutup Usia

Selama ini almarhum dikenal tak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya. Almarhum dikenal sangat peduli akan kesehatan tubuh.

Namun sepengetahuan Amir Hamzah, sang kakak memiliki riwayat asam urat.

"Almarhum ini saya anggap meninggalnya mendadak. Karena gak ada hitungan jam. Tadi malam memang sempat mengeluh tapi masih sempat diskusi konkow-konkow dengan temannya ngobrol ngopi," urai Amir Hamzah kepada Tribunkaltim.co, Rabu (28/4/2021).

Kemudian lanjut Amir Hamzah, setelah salat Subuh, sang kakak sempat mengeluh sakit di sekitar bagian dada. Ia memprediksi kemungkinan asam lambung naik dan kambuh.

Baca Juga: Naik Jet Pribadi, Jusuf Kalla Mendarat di Tarakan, Singgah Melayat ke Rumah Almarhum Yunus Abbas

Akhirnya oleh keluarga dengan gerak dibawa ke RSUD Kota Tarakan sekitar pukul 08.00 Wita.

"Setelah merasa sesak baru kakak saya minta dibawa lari ke RSUD. Setelah dibawa ke RSUD, hitungannya tak sampai berapa menit, saya sempatkan salat Dhuha, selesai salat saya kembali, kakak saya sudah dinyatakan sudah pergi," ungkapnya berkaca-kaca.

Ia bahkan tak sempat melepaskan kepergian sang kakak. Sehingga baginya ini terlalu cepat. Ia begitu kehilangan sosok sang kakak sulung yang menjadi panutan di antara delapan bersaudara.

"Sedih sekali ya. Beliau anak pertama. Dan ini mendadak, kami sangat berduka dan kehilangan," urai pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Disdukcapil Kota Tarakan.

Baca Juga: Besok, Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertandang ke Tarakan, Agenda Lantik Pengurus PMI Kaltara

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved