Breaking News:

Berita Paser Terkini

PAW Anggota DPRD Paser dr Fahmi Fadli Masih Menunggu Kepastian Mahkamah Partai

Komisi Pemilihan Umum atau KPU Paser sedang memproses berkas Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Paser dr Fahmi Fadli.

TRIBUNKALTIM.CO, SYAIFULLAH IBRAHIM
Abdul Qayyim Rasyid, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paser saat ditemui di ruang kerjanya, kantor KPU Paser Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot. Jumat (30/4/2021). TRIBUNKALTIM.CO, SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum atau KPU Paser sedang memproses berkas Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Paser dr Fahmi Fadli.

Diketahui, Fahmi telah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Paser.

Saat itu dr Fahmi Fadli menjabat sebagai Ketua DPC PKB Paser.

Keputusan tersebut harus diambil, lantaran Ia maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu.

Ketua KPU Paser Abdul Qayyim Rasyid mengatakan, proses PAW tinggal menunggu hasil keputusan dari Mahkamah Partai,  Jumat (30/4/2021).

Baca juga: KPU Paser Gelar Pleno, Tetapkan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara 10 Kecamatan

"Saat ini menunggu keputusan dari Mahkamah Partai, kalau keputusannya sudah keluar KPU Paser akan segera melakukan proses selanjutnya," katanya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Fahmi merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang, Kuaro, dan Muara Samu.

Dalam PAW yang berproses di KPU kata Qoyyim, terdapat beberapa hal yang perlu diverifikasi dan klarifikasi calon-calon yang memenuhi syarat (MS).

Hal itu didasarkan pada Peraturan KPU Nomor 6 tahun 2017 dan Nomor 6 tahun 2019. 

Dalam proses verifikasi dan klarifikasi, terdapat calon yang tidak memenuhi syarat (TMS), dan mengajukan keberatan ke mahkamah partai.

Baca juga: KPU Paser Pastikan 194.886 Surat Suara Didistribusikan pada 6 Desember 2020

Diinformasikan saat ini masih berproses.

Dia melanjutkan, subtansi Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah calon yang memenuhi syarat, KPU akan mengeluarkan nama yang memenuhi syarat, kemudian diserahkan ke DPRD Paser untuk dilakukan proses pelantikan.

Namun, jika PAW tidak memenuhi syarat, pihaknya bakal melakukan verifikasi dan klarifikasi ulang.

Dengan mengacu pada perolehan suara mendekati dari Dapil yang sama.

Sementara, jika dari Dapil tersebut tidak ada yang memenuhi syarat, maka akan mengambil dari Dapil terdekat yang berbatasan langsung secara geografis dengan dapil yang melakukan PAW.

Baca juga: Data Lengkap Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara KPU Paser 

"Jika terdapat dua Dapil yang berbatasan dengan Dapil PAW, maka diambil keputusan dasar yakni memiliki penduduk yang banyak. Dan suara sah terbanyak," jelas Qayyim.

Ia menambahkan, keputusan itu berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 tahun 2017 dan Nomor 6 tahun 2019.

Dalam proses PAW ini lanjutnya, menggunakan alat kerja aplikasi yaitu sistem informasi manajement pergantian antar waktu (SIMPAW).

Aplikasi tersebut sudah terintegrasi dengan perolehan suara Pileg pada tahun 2019 yang lalu.

Bisa dikatakan proses verifikasi dan klarifikasi yang dilakukan harus mengikuti runtutan aturan yang ada.

"Mengapa proses PAW ini berjalan cukup lama. Karena harus melalui runtutan (tahap demi tahap). Tunggu saja hasilnya dari mahkamah partai," tandas Qayyim.

Berita tentang Paser

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Mathias Masan Ola

Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved