Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Kubar akan Berlakukan ZZT dan Tilang Elektronik, Berikut Jenis Pelanggaran dan Besaran Dendanya

Meski belum diketahui secara pasti terkait penerapan sistem Elektronic Traffic Law Eforcement (ETLE) serta pemberlakuan Zona Zero Tolerance (ZZT) di w

HO/SATLANTAS POLRES KUBAR
Skema gambaran penerapan ETLE yang rencananya akan diterapkan di wilayah Kabupaten Kutai Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Meski belum diketahui secara pasti terkait penerapan sistem Elektronic Traffic Law Eforcement (ETLE) serta pemberlakuan Zona Zero Tolerance (ZZT) di wilayah Kabupaten Kutai Barat,

Namun pemerintah daerah bersama pihak kepolisian sudah melakukan ancang-ancang dan persiapan khusus seperti penentuan lokasi mana saja yang masuk dalam kawasan ZZT hingga target pemasangan CCTV. 

Dalam penerapan ETLE tersebut, setiap pelanggar lalu lintas akan diberikan sanksi sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan. 

Sesuai Undang-undang LLAJ No. 22 tahun 2009 ada 5 jenis pelanggaran lalulintas yang menjadi fokus ZZT, yakni pelanggaran parkir di badan jalan, kelengkapan kendaraan, helm standar, lawan arus dan menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas/Traffic Light.

Menurut Kasat Lantas Polres Kubar, AKP Alimudin melalui Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Kutai Barat, Bripka Umar MS menjelaskan, bahwa proses tilang dengan menggunakan ETLE ini, apabila pengendara melanggar dalam 5 jenis pelanggaran tersebut, maka pelanggar akan langsung diberikan surat tilang yang dikirim ke alamatnya dan harus melakukan konfirmasi melalui nomor handphone atau website yang tersedia untuk melakukan pembayaran melalui BRI.

Baca juga: 1 Mei 2021 Uji Coba ZZT dan ETLE di Kutai Barat Dimulai, Inilah Lokasi yang Dipasang Kamera

“Untuk besaran dendanya seperti tidak memakai helm standart, melawan arus dan parkir di badan jalan Rp 250.000, menerobos traffic light Rp 500.000, tidak memiliki kelengkapan kendaraan, melanggar rambu-rambu atau marka jalan antara Rp 250.000 hingga Rp 1.000.000,” jelasnya, Minggu (2/5/2021).

Lebih lanjut dia membeberkan dengan tindakan tilang elektronik bagi para pelanggar, mekanismenya mengandalkan kamera CCTV yang terpasang di jalan raya dan terpasang pada kendaraan atau helm petugas.

Sehingga petugas dapat mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara otomatis.

“Nantinya beberapa tempat akan dipasang CCTV, untuk di Kutai Barat sementara ini hanya terpasang pada kendaraan atau helm petugas. Kalau untuk yang statis masih kita ajukan,” bebernya

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved