Jumat, 10 April 2026

News Video

NEWS VIDEO Kini Dipuja-Puji, Siapa Sangka Antonio Conte Pernah Dibully

Update Liga Italia, kini dipuja-puji, siapa sangka Antonio Conte pernah dibully habis di Inter Milan

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Update Liga Italia, kini dipuja-puji, siapa sangka Antonio Conte pernah dibully habis di Inter Milan.

Inter Milan akhirnya sukses memutus dominasi Juventus dan menjadi juara Liga Italia Serie A musim 2020-2021.

Antonio Conte disebut sebagai sosok kunci dibalik keberhasilan Nerazzuri menggondol Scudetto.

Namun, siapa sangka, Antonio Conte mengaku pernah dibully berlebihan saat menukangi Inter Milan.

Tepatnya saat Inter Milan tak berdaya dan menjadi juru kunci fase grup di Liga Champions meski dengan materi pemain mentereng.

Antonio Conte adalah sosok yang berhasil membawa Inter Milan menjadi jawara Serie A Liga Italia musim 2020-2021, dan juga sebagai suksesor yang memutus hegemoni Juventus dalam 9 musim terakhir.

Baca juga: Inter Milan Juara Liga Italia, AC Milan Buat Conte Bersemangat Meski Gagal Total di Liga Champions

Padahal ketika dulu menjadi pelatih Juventus, dia adalah salah satu sosok yang membawa keberhasilan Bianconeri higga bisa meraih 9 Scudetto beruntun.

Hilir mudik Conte mencoba peruntungan, diangkat menjadi pelatih Timnas Italia, dan menjadi nahkoda untuk Chelsea setelah dari Juventus.

Hingga akhirnya yang terbaru menjadi juru taktik untuk tim Inter Milan yang dimulai pada Mei 2019.

Antonio Conte datang dengan segudang pr yang ada dalam skuat hitam-biru Nerazzurri.

Hal itu diakuinya, tim yang tidak kompetitif atau tida memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu yang penting.

"Itu sulit, karena bukanlah pilihan yang mudah bagi saya untuk datang ke Inter, pada saat tim tidak kompetitif atau tidak memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu yang penting," buka Conte dalam wawancara dengan 90 Minuto di Rai 2, dikutip dari Football Italia.

"Ditambah saya pergi ke klub yang menjadi rival dengan Juventus, di mana saya bermain selama bertahun-tahun, dan yang mendominasi di Liga Italia.

"Ada banyak situasi negatif yang saya alami," jelas Antonio Conte.

Dengan tangan dingin dan pemikirannya, musim pertama dilalui dengan finis di peringkat 2 klasemen akhir Liga Italia.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved