Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF-Direktur BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Jangan Follow Ustaz Berpaham Radikal

Ahmad mengatakan radikalisme banyak menjangkiti mereka yang berusia 20 sampai 39 tahun karena beberapa faktor

Editor: Adhinata Kusuma
tribunnews
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, bersama jajaran manajemen Tribun Network 

DIREKTUR  Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengatakan radikalisme banyak menjangkiti generasi milenial.

Berdasarkan tingkat keterpaparannya dibandingkan generasi Z yang berusia 14 sampai 19 tahun dan generasi X yang berusia 40 tahun ke atas.

Ahmad mengatakan radikalisme banyak menjangkiti mereka yang berusia 20 sampai 39 tahun karena beberapa faktor.

Pertama karena generasi milenial ada di masa pertumbuhan yang tingkat kedewasaannya masih pembentukan dan masih mencari jati diri.  Ahmad berujar emosi mereka belum stabil dan senang dengan tantangan. 

Selain itu, kata Ahmad, kecenderungan semangat keagamaan mereka tinggi. 

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Direktur BNPT Ahmad Nurwakhid, Pernyataan Petinggi ISIS jadi Pemantik Lone Wolf

"Ini mudah sekali keterpaparannya apalagi dengan maraknya atau fenomena dunia maya. Apalagi tentu saja generasi milenial yang banyak menggunakan fasilitas dunia maya ini," kata Ahmad ketika berbincang dengan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domuara D Ambarita di kantor redaksi Tribunnews Jakarta pada Kamis (1/4/2021). 

Mereka menggunakan alat teknologi, virtual, bagaimana BNPT melihat potensi sekarang apa semakin besar?

Hasil survei dari beberapa tahun terakhir ini mengalami progres yang bagus sebetulnya. Dari tahun 2018 itu sekitar, indeks potensi radikalisme itu sekitar 18 persen lebih. Kemudian tahun 2019 itu turun lagi jadi 16 sekian persen dan di tahun 2020 kemarin itu jadi 12,2 persen.

Tetapi begini. Leveling keterpaparan radikal itu juga variatif ya. Ada yang level rendah, menengah, tinggi. Level tinggi pun ada yang sudah masuk jaringan, ada yang hanya ini..

Tadi kita bercanda persamaannya dengan vaksin, OTG, itu bisa dieloborasi supaya bisa lebih mudah dipahami?

Penanggulangan radikalisme dan terorisme, UU mengamanahkan dibagi menjadi dua strategi besar. Pertama soft approach, pencegahan. Kedua, hard approach, penindakan, law enforcement.

Kita berbicara soft approach dulu. Soft approach ini, pencegahan. Kalau kita berbicara pencegahan maka UU mengamanahkan tiga strategi. Strategi pertama adalah yang namanya kesiapsiagaan nasional.

Kesiapsiagaan nasional di sini kondisi siap siaga tidak hanya kesiapsiagaan itu bukan hanya pasukan, fisik, kesiapsiagaan anggaran, menejemen, sistem dan lain sebagainya, tapi juga lebih kepada kesiapsiagaan ideologi.
Karena akar masalah radikal terorisme ini adalah ideologi yang menyimpang. Ideologi yang mengalami distorsi.

Mayoritas masyarakat bangsa Indonesia ini moderat. Terkenal ramah, lembut, kalau dari indeks potensi tadi kan dikurangi 12,2.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved