Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona di Kaltim

Berikut Cara Dinas Pariwisata Bangkitkan Kembali Pariwisata Kalimantan Timur Kala Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, beberkan cara membangkitkan kembali pariwisata di Kalimantan Timur

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Sri Wahyuni MPP, beberkan cara membangkitkan kembali Pariwisata di masa pandemi Covid-19 di Kaltim, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, beberkan cara membangkitkan kembali pariwisata di Kalimantan Timur kala pandemi Covid-19

Perihal tersebut disasampaikannya dalam kegiatan Sarahseran Virtual dan Mata Lokal Eward dengan tema "Menggerakan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Kaltim" dalam rangka HUT Tribun Kaltim ke 18, Kamis (6/5/2021).

"Kami mencoba melakukan program Recovery Industri Pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Timur," ungkapnya dalam kegitan yang digelar secara virtual.

Pada tahun 2020 lalu, berkerjasama dengan tim ahli melakukan survei dampak pandemi, partisipannya dari dalam Kalimantan TImur dan dari luar Kalimantan Timur.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Hamzah Beber Kabupaten Nunukan Memiliki Banyak Potensi Pariwisata

"Kami mau lihat ekpsektasi, kemudian kondisi dari industri di Kaltim dan juga pengunjung," ucapnya.

Lalu hasilnya, dilakukan workshop penguatan industri pariwisata berdasarkan hasil survei.

Maka berdasarkan hasil workshop tersebut, melakukan 7 paket pelatihan online untuk pemulihan pandemi Corona, sebagai motivasi dorongan bagi industri dan pelaku ekonomi kreatif agar bertahan.

"Tujuh sektor itu, di antaranya hotel, kuliner, travel, pemandu wisata, Daya Tarik Wisata (DTW), Pokdarwis, dan pelaku Ekraf," bebernya.

Baca Juga: Begini Strategi Bupati Berau Sri Juniarsih Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pascapandemi

Namun di luar itu juga melakukan pelatihan virtual tour bagi pemandu wisata. Pelatihan serta uji sertfikasi pemandu wisata madya. Begitu pula juga adanya pelatihan virtual event.

"Di tahun lalu kami sudah mencoba melakukan tiga kali virtual event, ini sebagai upaya bagi pelaku ekonomi kreatif dan juga bagi penggiat event," tuturnya.

Ada juga pelatihan digital marketing. Sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) dan Supervisi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Serta Rakor Pokdarwis.

Kegiatan itu tetap dipertahankan meskupun adanya refocusing anggaran di 2020.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat akan Berdampak Buruk ke Pariwisata, Solusi Kurangi Libur Cuti Bersama

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved