News Video
NEWS VIDEO Kisah Pemimpin Islam Salahuddin Ayyubi Selama Perang Salib
Dia adalah pemimpin militer dan politik Islam, yang menjabat sebagai sultan dan memimpin pasukan Islam selama Perang Salib.
TRIBUNKALTIM.CO - Salahuddin Ayyubi (Saladin) adalah Sultan Mesir ternama, dan pendiri 'Dinasti Ayyubiyah.'
Dia adalah pemimpin militer dan politik Islam, yang menjabat sebagai sultan dan memimpin pasukan Islam selama Perang Salib.
Karir militernya di mulai dengan peran kecil untuk membantu pamannya, Syirkuh. Meski begitu, dengan peran tersebut dia tetap membuktikan kemampuannya.
Segera setelah itu, tanggung jawab untuk pertempuran yang lebih penting dipercayakan padanya.
Kemenangan terbesar Saladin atas Tentara Salib Eropa terjadi pada Pertempuran Hattin pada 1187.
Baca juga: NEWS VIDEO Masih Dirawat di RS, Najwa Shihab Kritik Anggota DPR Bolos Rapat
Ini membuka jalan bagi masuknya kembali Islam di Yerusalem dan kota-kota Tanah Suci lainnya.
Selama Perang Salib Ketiga berikutnya, Saladin tidak dapat mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh Raja Inggris Richard I, yang mengakibatkan hilangnya sebagian besar wilayah yang ditaklukkan ini.
Namun, dia mampu menegosiasikan gencatan senjata dengan Richard I yang memungkinkan penduduk muslim melanjutkan kendali atas Yerusalem.
Kemenangan besarnya datang melawan Raja Richard selama 'Pertempuran Hatin', ketika Palestina sekali lagi menjadi bagian dari dinasti Muslim.
Baca juga: NEWS VIDEO India Kembali Catat Rekor Baru, 4 000 Kematian karena Corona dalam Sehari
Sebelum dia meninggal, semua harta miliknya diberikan kepada warga miskin dinastinya.
Alhasil dia tidak meninggalkan apa pun untuk sekadar dikuburkan secara layak.
Bahkan setelah wafatnya, Salahuddin sangat dihormati, tidak hanya di negara-negara Muslim, tetapi juga oleh negara-negara di barat.
Orang-orang mengingatnya karena kemurahan hati dan kebaikannya.
Pejuang muda
Salahuddin memiliki nama lengkap Salahuddin Yusuf ibn Ayyub. Dia lahir pada 1138 di Tikrit Irak, dari ayah bernama Najm ad-Din Ayyub dan istrinya.