Banjir di Berau
Banjir di Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Butuh Perahu Karet
BPBD Berau membahas kurangnya fasilitas dalam upaya penanganan bencana alam dalam rapat evaluasi untuk tindak lanjut penanganan banjir,
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - BPBD Berau membahas kurangnya fasilitas dalam upaya penanganan bencana alam dalam rapat evaluasi untuk tindak lanjut penanganan banjir, Rabu (19/5/2021).
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Thamrin mengatakan, untuk penanggulangan bencana alam seperti banjir memang saat ini masih kurang.
Terutama seperti perahu karet dan speedboat kapasitas 10 penumpang.
Saat ini BPBD baru memiliki 1 speedboat dengan ukuran besar yakni kapasitas muatan 25 penumpang.
Pihaknya membutuhkan dua perahu karet dan speedboat berukuran kecil.
“Perahu karet ini sangat efektif untuk digunakan di sungai-sungai kecil, termasuk banjir yang sekarang,” ungkapnya.
Baca juga: Banjir di Berau, Kepala BPBD Sebut Tersisa 5 Kampung yang Masih Terendam
Sementara speedboat yang ada sekarang, untuk evakuasi ketika terjadi bencana di perairan laut, atau sungai-sungai besar.
Begitu juga peristiwa banjir merupakan bencana alam yang kerap terjadi di Kabupaten Berau.
Tentu untuk penanggulangannya memerlukan fasilitas lengkap sesuai dengan jenis bencana.
“Banjir kan hampir setiap tahun terjadi di Berau, jadi kita memang butuh persiapan untuk penanganannya.
Terutama melakukan evakuasi serta mempermudah suplai logistik,” tegasnya.
Usulan pengadaan sudah hampir setiap tahun dilakukan, namun belum terealisasi karena minimnya anggaran daerah.
Baca juga: Kondisi Terkini Banjir di Berau, Bupati Sri Juniarsih Sebut akan Fokus Penanganan Pasca Banjir
Bahkan, pada Musrenbang 2021 lalu, pihaknya juga telah memasukkan pengadaan perahu karet dan speedboat ukuran kecil untuk skala prioritas.