Virus Corona
Epidemiolog Perkirakan Kapan Ledakan Kasus Covid-19 Terjadi Setelah Libur Lebaran
Selain arus mudik sejumlah faktor diprediksi bakal menyebabkan melonjaknya kasus Virus Corona di Indonesia beberapa waktu ke depan
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah pihak mengkhawatirkan ledakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran Idul Fitri
Selain arus mudik sejumlah faktor diprediksi bakal menyebabkan melonjaknya kasus Virus Corona di Indonesia beberapa waktu ke depan.
Menumpuknya masyarakat di destinasi wisata selama libur Lebaran juga dianggap berpotensi menaikkan angka penderita Covid-19.
Namun ledakan diperkirakan tak akan terjadi dalam waktu dekat.
Ribuan orang yang berbondong-bondong mengunjungi destinasi wisata setelah lebaran.
Secara tidak langsung hal ini tentunya mengabaikan protokol kesehatan yang melarang adanya kerumunan dalam skala besar.
Padahal di Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19. Dengan kata lain, Indonesia belum aman dari infeksi virus Covid-19.
Baca juga: Lok Tuan Jadi Satu-satunya Wilayah Berbahaya Covid-19 di Bontang, 913 Orang Terkonfirmasi Positif
Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, ledakan kasus akan terjadi.
Namun, tidak dapat dilihat dalam satu hingga dua minggu ini.
Setidaknya ledakan besar infeksi Covid-19 akan nampak setelah satu hingga tiga bulan berikutnya.
Menurutnya penularan bahkan dilakukan oleh orang yang tidak bergejala.
Angka ini mencapai hingga 80%.
"Sehingga ada potensi ledakan? Sangat jelas ada. Bukan mudik saja, tapi akumulasi setahun lalu seperti pilkada. Situasi ini terus bergerak dan akan meledak satu dua bulan,"ungkapnya pada Tribunnews, Selasa (18/5/2021).
Menurut Dicky, dampaknya justru berada di rumah, karena masalahnya kebanyakan masyarakat Indonesia masih berupaya mengobati sendiri. Sehingga rumah sakit nampak sepi.
"Masyarakat kita lebih banyak mengobati diri sendiri. Jangan diharapakan dua tiga minggu kasus meningkat. Ini menyebabkan di rumah sakit tidak terlalu penuh. Karena masyarakat kita hanya di rumah saat sakit," katanya lagi.
Oleh karenanya menurut Dicky, perlu adanya perbaikan strategi. Terutama terkait program yang betul-betul melaksanakan deteksi sedari dini secara aktif ke rumah-rumah.
Baca juga: Satgas Covid Balikpapan Akan Perketat Pemudik yang Kembali Pasca Lebaran Idul Fitri
Daftar Wilayah yang Mengalami Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran 2021
Sejumlah provinsi di Indonesia dikabarkan mengalami kenaikan kasus Covid-19 pasca Lebaran Idul Fitri 2021.
Kenaikan kasus itu dilaporkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Meski demikian Airlangga Hartarto menyebut penyebaran Virus Corona masih terkendali.
Setidaknya ada 15 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19
Ke 15 provinsi tersebut yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau Jambi, Babel, Lampung, DKI, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
"Kalau kita lihat dibandingkan Minggu pertama April kasus Mingguan di pulau Sumatera ada tren meningkat," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin, (17/5/2021).
Tidak hanya itu, kata Airlangga, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di sejumlah wilayah, juga ada yang mengalami peningkatan.
Diantaranya di Sumatera Utara 57 persen, riau 52 persen, Kepulauan Riay 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen , Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, Lampung 38 persen dan Aceh 34 persen.
"Yang di kemayoran relatif sudah rendah itu sekitar 16 persen," katanya.
Baca juga: Selain Perumahan Graha Indah, Satgas Covid-19 Balikpapan Catat Klaster ABK Pengangkut Sawit
Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Airlangga, masih relatif terkendali.
Kasus aktif nasional sebesar 5,2 persen, berada di bawah rata-rata global sebanyak 11,09 persen.
Selain itu angka kesembuhan juga berada di angka 92 persen, di atas rata rata global yakni 86,83 persen, dengan angka kematian 2,8 persen di atas rata rata global 2.07 persen.
"Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus 5 Februari yang lalu, kasus aktif pengurangannya 795 dalam 1 minggu terakhir sehingga kasus aktif berada dalam kisaran 90.800," pungkas Airlangga.
(*)
Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Bukan Dua Minggu, Epidemiolog Sebut Ledakan Kasus Akan Terjadi Satu Hingga Dua Bulan Lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mutasi-virus-corona-b117-sudah-ditemukan-di-indonesia-lebih-menular-gejala-yang-ditimbulkan.jpg)