Berita Nasional Terkini
Satgas Nemangkawi Punya Cara Bedakan Anggota KKB Papua dan Warga Sipil, Makin Mudah Buru Teroris
Satgas Nemangkawi punya cara bedakan anggota KKB Papua dan warga sipil, makin mudah buru teroris.
Penulis: Kun | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO - Teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Papua semakin menjadi-jadi.
Hal itu membuat TNI/Polri tak mau salah sasaran.
Sebab belakangan ini kontak senjata dengan aparat TNI/Polri tak bisa terhindarkan.
Nah, Satgas Nemangkawi punya cara bedakan anggota KKB Papua dan warga sipil.
Terbaru di Illaga, Puncak Papua baku tembak kembali pecah.
Baca juga: Cek Formasi CPNS 2021 dan PPPK Untuk Lulusan S1 dan SMA, Lengkap Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Dua anggota KKB tewas kena tembak prajurit Satgas Nemangkawi dari kontak senjata tersebut.
Tugas Satgas Nemangkawi menumpas KKB Papua tak lepas dari upaya penyekatan di kawasan rawan baku tembak.
Penyekatan itu memisah antara warga sipil dan anggota KKB Papua.
Bagaimana cara membedakan warga sipil dan anggota KKB?
Dalam artikel ini terungkap cara Satgas Nemangkawi membedakan antara teroris KKB Papua dengan warga sipil
Baca juga: Potret Gigih Anggota KKB Papua, Kena Tembak TNI/Polri Masih Sempat Kabur Bawa AK-47 Rekan yang Tewas
Baca juga: Sikap Amerika Respon Konflik Israel dan Palestina Buat China Berang, AS Dituding Hambat Perdamaian
Dilansir Surya.co.id Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan Satgas Nemangkawi berupaya melakukan penyekatan untuk memisahkan warga sipil dan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB).
Hal ini dilakukan agar Satgas Nemangkawi bisa lebih leluasa menindak KKB Papua dan tak salah sasaran.
Dilansir dari Antara, Irjen Mathius D Fakhiri menyebut Satgas Nemangkawi berupaya memisahkan warga sipil dengan KKB Papua khususnya di sekitar Ilaga.
Aparat, kata Irjen Mathius D Fakhiri , telah melakukan penyekatan agar KKB tak leluasa bergerak dan bergabung dengan warga sipil.
"Tim Satgas Nemangkawi berupaya melakukan penyekatan agar ruang gerak anggota KKB Papua tidak leluasa," ucap Irjen Mathius D Fakhiri , Minggu (16/5/2021).