Selasa, 2 Juni 2026

Berita Kutim Terkini

Momen Evakuasi Jenazah Saat Banjir di Muara Ancalong Kutim Beredar, Dibawa Pakai Perahu

Seorang laki-laki warga Desa Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, meninggal dunia saat banjir

Tayang:
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
HO/Puksesmas Muara Ancalong
Tangkapan layar momen pengangkutan jasad laki-laki menggunakan perahu untuk menerobos genangan banjir di sekitar Puskesmas Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Seorang laki-laki warga Desa Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, meninggal dunia saat banjir melanda Puskesmas setempat.

Saat hendak membawa jenazah ke rumah duka, jasad laki-laki tersebut diangkut menggunakan perahu untuk menerobos genangan banjir di sekitar Puskesmas.

Momen pengangkutan jenazah terekam kamera warga dengan video berdurasi 40 detik yang tersebar di media sosial facebook.

Terlihat dalam video enam orang warga membopong jenazah dan menaruhnya di atas perahu.

Baca Juga: Berkaca Banjir Berau, Kepala Kampung Usul Pembelian Peralatan Evakuasi dari ADK dan DD

Selanjutnya perahu di dorong oleh 4 warga untuk menerobos banjir menuju ambulan yang tampak berada di kejauhan.

Kepala Puskemas Muara Ancalong dr. Habibi membenarkan adanya pengangkutan jenazah menggunakan perahu di Puskesmasnya.

“Tadi malam ada pasien yang meninggal dunia pukul 24.00 Wita. Memang benar kalau di evakuasi pakai perahu,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui telpon, Kamis (20/5/2021).

Habibi mengatakan jenazah dinaikkan ke perahu milik warga karena perkarangan Puskesmas sedang terendam banjir.

Baca Juga: Pascabanjir, Pemkab Berau Siapkan Penanganan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Baca Juga: BKSDA Selamatkan Owa-owa dari Bencana Banjir Berau, Jenis Satwa Dilindungi Berusia Satu Tahun

Setelah diangkut menggunakan perahu, jenazah dibawa ke kendaraan ambulan yang terparkir di jalan raya yang tidak terkena banjir.

Jarak dari Puskesmas ke jalan raya yang tergenangi banjir juga cukup jauh, yakni mencapai 30 meter.

“Karena dari gedung ke jalan raya itu jaraknya kurang lebih sekitar 30 meter. Baru kemudian dibawah pakai ambulan ke rumah duka,” ucap Habibi.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa kondisi banjir di Puskesmas masih terbilang aman karena tinggi banjir hanya sampai betis orang dewasa.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved