Minggu, 12 April 2026

Berita Nasional Terkini

279 Juta Data Penduduk Indonesia yang Bocor Milik BPJS Kesehatan, Ahli Siber Singgung Unsur SDM

Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, KTP, nomor telepon, e-mail, nama lengkap, alamat, hingga gaji. 

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Doan Pardede
TribunWow.com/Tiffany Marantika
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUNKALTIM.CO - Data 279 juta penduduk Indonesia bocor dan diperjualbelikan di forum dunia maya.

Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, KTP, nomor telepon, e-mail, nama lengkap, alamat, hingga gaji. 

Data penduduk Indonesia itu ditawarkan oleh pengguna forum situs raidsforum.com.

Belakangan diketahui data yang bocor tersebut merupakan data peserta BPJS Kesehatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 

Kepala Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja, angkat bicara soal dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Data tersebut diduga bocor dan diperjualbelikan di situs asing.

Baca juga: Besok BPJS Kesehatan Buka Pelayanan Khusus, Catat Waktu Pelayanannya

Data mencakup nomor induk kependudukan, KTP, nomor telepon, e-mail, nama lengkap, alamat, hingga gaji.

Diketahui, data yang bocor dijual oleh pengguna forum situs raidsforum.com, hingga viral di media sosial.

Menurut ahli siber, Ardi Sutedja, kebocoran ini telah dimulai sejak lama karena tidak mungkin terjadi dalam waktu yang singkat.

Ardi juga meyakini ada unsur orang dalam atau unsur dari sisi SDM.

Sebab, tidak mungkin ada orang yang bisa menerobos suatu sistem keamanan jaringan komputer, atau server terbesar tanpa ada faktor manusia.

"Melihat celah-celah yang ada di dalam sistem, di sistem komputer mereka, lembaga yang diretas, dilihat kelemahannya. Tapi pasti ada juga unsur orang dalam, artinya unsur di sisi SDM-nya."

"Itu yang biasanya dicari. Enggak mungkin lantas orang bisa menerobos suatu sistem keamanan jaringan komputer atau server terbesar, tanpa ada faktor manusia," kata Ardi dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (21/5/2021).

Ardi mengungkapkan, BPJS bukan merupakan lembaga kecil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved