Virus Corona

Cara Menekan Kasus Covid-19 ala Malaysia, Jam Operasional Restoran dan Toko Dipersingkat

Pemerintah Malaysia memerintahkan pengurangan jam operasional mall, restoran, dan toko mulai Selasa 25 Mei 2021

Editor: Budi Susilo
Pixabay via Tribun Bali
Ilustrasi kasus Covid-19. Pemerintah Malaysia memerintahkan pengurangan jam operasional mall, restoran, dan toko mulai Selasa 25 Mei 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia memerintahkan pengurangan jam operasional mall, restoran, dan toko mulai Selasa 25 Mei 2021.

Keputusan yang diambil Sabtu (22/5/2021) ini dilakukan untuk menekan lonjakan besar kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

Pemerintah juga menginginkan 80 persen pegawai negeri, atau 750.000 orang, mulai bekerja dari rumah. Sektor swasta telah disarankan untuk mengizinkan 40 persen staf mereka melakukan hal yang sama.

Bisnis akan diizinkan untuk beroperasi hanya dari pukul 08.00 hingga 20.00 malam, berkurang dua jam dari biasanya tutup operasi pukul 22.00.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Kalimantan Timur, Penambahan 12 Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Pengidap Covid-19 Menyusut, Kasus Meninggal Dunia Nihil

Sebelumnya, pada 12 Mei 2021, pemerintah melarang makan di restoran dan warung makan, tetapi mengizinkan pesan antar dan bawa pulang.

Pengumuman itu dibuat dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui televisi oleh Menteri Senior (kelompok Keamanan) Ismail Sabri Yaakob dan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah.

"Munculnya varian baru Covid-19 yang agresif telah berkontribusi pada lonjakan kasus. Oleh karena itu, tindakan yang lebih ketat perlu dilakukan untuk mengatasinya," kata Datuk Seri Ismail.

"Karena bisnis tutup pada jam 8 malam, tidak perlu keluar. Pemerintah dapat memberlakukan semua jenis pembatasan, tetapi pada akhirnya, disiplin diri kita untuk mengarantina diri sendiri adalah yang terpenting,” katanya.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 11 Anak-anak Kena Positif Covid-19

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Kasus Terus Naik, Pasien Terpapar Covid-19 Bertambah 4 per Hari

Tetapi karena tekanan dari perusahaan besar dan pedagang kecil, yang bergantung pada penjualan harian produk mereka untuk bertahan hidup.

Ismail mengatakan pemerintah tidak akan memaksa pabrik untuk menutup atau melarang pasar malam beroperasi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved