Kamis, 16 April 2026

Virus Corona di Kaltim

UPDATE Virus Corona di Kalimantan Timur, Penambahan 12 Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Setelah sempat mengalami penurunan kasus selama beberapa hari, data Satgas Covid-19 Kalimantan Timur pada Sabtu.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Juru Bicara Satgas Covid 19 Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah sempat mengalami penurunan kasus selama beberapa hari, data Satgas Covid-19 Kalimantan Timur pada Sabtu (22/05/2021), menunjukan adanya penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 12 kasus.

Jadi yang awalnya 87 kasus, menjadi 99 kasus. Beruntungnya tidak ada penambahan kasus meninggal, dan 72 kasus sembuh.

Demikian diutarakan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid -19 Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak kepada Tribunkaltim.co.

Dia menuturkan, kondisi saat ini masih sangat dinamis. Karena di Kalimantan Timur sendiri terdapat libur lebaran yang belum terlihat dampaknya.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Pengidap Covid-19 Menyusut, Kasus Meninggal Dunia Nihil

"Jadi kita belum bisa memastikan penurunan belakangan ini akan terus menurun. Karena pergerakan orang masih sangat terbuka," ucap Andi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Namun Andi berujar secara nasional kasus covid di Indonesia sudah dalam kondisi yang relative mengalami penurunan.

"Kecuali ada beberapa provinsi yang justru mengalami peningkatan. Tapi tidak termasuk Kaltim," lanjut Andi.

Oleh sebab itu, Andi menegaskan bahwa PPKM Mikro sangat perlu dijalankan dengan sebaik-baiknya ditiap daerah.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Nunukan, Pekerja Imigran Pulang Secara Ilegal, 1 Terindikasi Positif Covid-19

"Jadi tidak hanya sekedar ada posko, tetapi lalu lintas orang masuk di wilayah tersebut tidak diperketat. Terutama yang berasal dari luar pulau harusnya dikarantina," jelas Andi.

Bahkan Andi berkata para pemudik yang sudah membawa rapid antigen dengan hasil negative tidak menjamin orang tersebut tidak terinfeksi.

"Karena masa inkubasi baru akan terlihat dampaknya setelah empat sampai 5 hari. Jadi orang yang baru terinfeksi walaupun melakukan tes rapid antigen pasti hasilnya negative," beber Andi.

Oleh sebab itu, Andi berharap seluruh pemudik harus menyadari pentingnya isolasi mandiri usai melakukan perjalanan mudik untuk mencegah terjadi penularan lebih luas.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Kasus Terus Naik, Pasien Terpapar Covid-19 Bertambah 4 per Hari

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved