Banjir di Berau
Dari Hasil Uji Sampel, DLHK Berau Pastikan Air Sungai Kelay Aman
Bencana banjir Berau belum lama ini juga menyebabkan tanggul salah satu perusahaan jebol. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau telah me
Penulis: Renata Andini Pengesti |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB– Bencana banjir Berau belum lama ini juga menyebabkan tanggul salah satu perusahaan jebol.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau telah melakukan hasil uji sampel air sungai yang di areal tambang batu bara, dan sejumlah titik aliran Sungai Kelay di sekitar hulu dan hilir lokasi tambang tersebut.
Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis membantah banjir yang merendam bukan merupakan akibat tanggul tersebut.
Kepala DLHK Berau, Sujadi mengatakan, pihaknya mengakui telah mengambil sampel dan setelah hasil analisis tersebut secara keseluruhan masih aman bagi masyarakat.
Hasil analisa dari DLHK itu juga sudah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Berau sejak dilaksanakan rapat evaluasi.
Baca juga: BPBD Berau Masih Siaga, Antisipasi Banjir Susul
“Sudah aman, sudah kami analisa. Untuk di dalam tambang maupun kandungan air sungai di wilayah hulu serta hilirnya,” ucapnya, Minggu (23/5/2021).
Sesuai data tersebut melalui DLHK Berau, hasil analisa di 3 titik pengambilan sampel air di areal tambang di antaranya, sampel di titik pertama pH nya berkisar 7.24. Untuk titik kedua pH airnya berukuran 7.57, dan titik ketiga pH nya berkisar 7.97.
Sementara untuk Total Suspended Solid (TSS) di titik pertama 376, titik kedua 389, dan titik ketiga 296. Untuk titik pertama dan kedua kadar TSS nya masih melebihi 300.
Kemudian untuk sampel Sungai Kelay yang diambil di luar areal tambang, atau di wilayah hulu atau sekitar Kampung Bena Baru pHnya beriksar 8.08.
Untuk sekitar kampung Inaran pHnya 7.40, dan di wilayah hilir tepatnya di sekitar Kampung Pegat Bukur pH nya 7.50.
Baca juga: BPBD Berau Belum Pastikan Kerugian Setelah Banjir
Sementara untuk TSS di Bena Baru 140, Inaran 91, dan TSS di Kampung Pegat Bukur 136. Dia menjelaskan dari hasil itu, maka kondisi air di Sungai Kelay masih tergolong normal.
“Itu baku mutunya 300 jadi masih aman. Kalau pHnya 6 sampai 9 itu normal. Jadi untuk sementara ini kandungan airnya masih aman,” ujarnya.
Kendati demikian, dia menyampaikan kondisi air di lingkungan tambang tersebut akan tetap dipantau secara berkala.