Jumat, 10 April 2026

Berita Berau Terkini

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Berau Berkategori Air Masih Tercemar

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Berau, tahun 2020 mengalami penurunan.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ilustrasi perairan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kategori Air dari 21 sampel sungai di Berau, masuk dalam kategori tercemar ringang. DLHK akui, air rawan untuk tercemar. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Berau, tahun 2020 mengalami penurunan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mencatat di tahun 2019 sebesar 81,184 menjadi 78,53 di tahun 2020.

Nilai IKLH tersebut masih berlaku hingga sekarang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, DLHK Berau, Rahmadi Pasarakan kepada Tribunkaltim.co.

Baca Juga: Tantangan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara, Pasokan Air Baku PDAM Balikpapan Kurang

Dia menjelaskan, meski adanya penurunan pada IKLH Berau, angka tersebut termasuk dalam kategori baik.

Adapun penurunan terjadi semua terjadi pada indeks kualitas air, Indeks kualitas udara dan indeks tutupan hutan.

Semetara itu nilai indeks kualitas air di tahun 2020 sebesar 1,939 termasuk dalam kategori cemar ringan.

Sebelumnya indeks kualitas air di tahun 2019 menunjukkan angka sebesar 3,306.

Baca Juga: BPBD Berau Belum Pastikan Kerugian Setelah Banjir

Baca Juga: INFO Stasiun Meteorologi Maritim, Prediksi 25 Sampai 31 Mei 2021 Gelombang Tinggi di Perairan Maluku

Jika angka indeks kualitas air di atas 5 atau setara 5 maka barulah bisa dikatakan baik.

“Untuk air memang harus diperbaiki lagi, apalagi menjadi salah satu lingkungan yang mudah tercemar,” jelasnya Senin, (24/5/2021).

Penghitungan di tahun 2020 melibatkan 21 sampel air yang diambil, mengingat adanya kasus pencemaran air yang berubah menjadi hijau kendati belum diketahui sebab pastinya.

Selain itu, penurunan indeks kualitas air lantaran rumus perhitungan yang berubah dan memperhatikan 8 indikator lain salah satu contohnya PH air.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved