Breaking News:

Berita BPJS Kesehatan

Program Rujuk Balik, Peserta JKN-KIS Tak Perlu Antre Ambil Obat di Rumah Sakit

Peningkatan kemudahan akses layanan kesehatan terus diupayakan BPJS Kesehatan bersama para mitranya.

HO/BPJS Kesehatan
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Rosselly E. Yuki Sianturi saat kegiatan evaluasi pelayanan obat PRB. 

TRIBUNKALTIM.CO - Peningkatan kemudahan akses layanan kesehatan terus diupayakan BPJS Kesehatan bersama para mitranya.

Kali ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dimudahkan dengan adanya Program Rujuk Balik (PRB).

PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang, di mana dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), atas dasar rekomendasi dari dokter spesialis atau sub spesialis yang merawat.

Baca juga: Permudah Akses Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Lakukan Optimalisasi Layanan PRB

Dengan kata lain, dengan layanan ini peserta JKN-KIS tidak perlu lagi untuk melakukan pengambilan obat rutin ke rumah sakit.

Peserta cukup mengakses apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mengambil obat rutin tersebut.

Sementara itu dalam kegiatan evaluasi antara BPJS Kesehatan dan apotek, disebutkan hingga kini ada sembilan apotek di Kota Balikpapan yang siap melayani peserta JKN-KIS dalam Program Rujuk Balik.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Rosselly E. Yuki Sianturi mengapresiasi atas terjalinnya kerja sama yang diberikan faskes dalam program ini.

Dia juga berharap edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan secara bersama-sama.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada apotek, FKTP, dan FKRTL yang telah bekerja sama. Saat ini jumlah peserta PRB mengalami peningkatan, artinya manfaat pelayanan ini telah dirasakan oleh peserta JKN-KIS. Namun tentunya, evaluasi dan perbaikan dalam pelayanan perlu kita lakukan. Selain itu, kita juga bersama-sama mengatasi kendala yang terjadi di lapangan serta edukasi kepada peserta JKN-KIS menjadi hal yang paling utama untuk dilakukan agar jumlah pemanfaatan layanan PRB ini dapat optimal," ujar Rosselly E Yuki Sianturi.

Sebagai informasi, jumlah peserta PRB di Kota Balikpapan terdapat sebanyak 16.851 peserta dengan penyakit diabetes melitus menjadi diagnosis terbanyak, yaitu sebesar 8.337 peserta atau 49,47 persen dari total peserta PRB terdaftar.

Baca juga: Tidak Lagi Pusing Pikirkan Biaya, Berobat dengan Kartu JKN-KIS Gratis

Di samping itu, Fitrah Abdillah, perwakilan dari apotek yang hadir dalam kegiatan evaluasi tersebut menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan optimal untuk layanan PRB ini.

“Setelah dari pertemuan ini, kami akan melakukan komunikasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan pelayanan PRB ini, sehingga diharapkan peserta PRB meningkat dan  tentunya pelayanan ini dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS dengan baik,” ujar Fitrah Abdillah.

Editor: Diah Anggraeni
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved