Breaking News:

Berita BPJS Kesehatan

Tidak Lagi Pusing Pikirkan Biaya, Berobat dengan Kartu JKN-KIS Gratis

Majid merupakan salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di Kota Balikpapan.

HO/BPJS Kesehatan
Majid, pria berusia 56 tahun yang tinggal di Kota Balikpapan ini telah merasakan banyaknya manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

TRIBUNKALTIM.CO – Majid merupakan salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di Kota Balikpapan.

Pria berusia 56 tahun itu terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2015.

Mengenai program JKN-KIS, dirinya menganggap program tersebut sangatlah penting tidak hanya bagi dirinya, namun juga  keluarganya.

Baca juga: Permudah Akses Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Lakukan Optimalisasi Layanan PRB

Ia juga tidak pernah lupa untuk membayar iuran setiap bulannya.

“Menurut saya, program JKN-KIS ini sangatlah penting. Apalagi untuk menjaga-jaga jika kita sakit, Kita juga tidak tahu kapan kita akan sakit. Jika saya bandingkan dengan duhulu sebelum adanya program JKN-KIS, saya selalu sulit dan berat untuk berobat. Berat memikirkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk berobat," ungkap pria yang bekerja sebagai wiraswasta saat dikunjungi di rumahnya, beberapa waktu lalu (3/5/2021).

Namun semenjak ikut program JKN-KIS, lanjutnya, dirinya lebih mudah untuk berobat atau kontrol ke rumah sakit maupun klinik.

Dirinya pun mengaku sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS ini .

Pemanfaatan program JKN-KIS telah dirasakan oleh Majid dengan beberapa kali melakukan pengobatan ke klinik maupun ke rumah sakit.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang ada.

Baca juga: Berkat BPJS Kesehatan, Keluarga Menjadi Tenang Berobat dengan Kartu JKN-KIS

Sebagai informasi, jumlah fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan ada sebanyak 124 fasilitas kesehatan yang terdiri dari 14 rumah sakit, 24 dokter praktik perorangan, 45 klinik pratama, 14 dokter gigi, dan 27 puskesmas.

“Saya juga beberapa kali melakukan pengobatan ke klinik maupun ke rumah sakit, apalagi dulu saya harus kontrol untuk penyakit lambung saya. Alhamdulillah, pelayanan yang diberikan memuaskan dan semua tanpa biaya. Yang terpenting bagi saya untuk selalu rutin bayar iuran, supaya sewaktu berobat tidak ada kendala apa-apa” ujarnya.

Di akhir pembicaraan, ia berharap program JKN-KIS  selalu ada dan membantu masyarakat Indonesia.

“Pokoknya program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan ini jangan dihilangkan, karena sangat membantu sekali bagi masyarakat. Baik itu dari masyarakat yang kaya atau miskin, semua terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini,” tutup Majid.

Editor: Diah Anggraeni
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved