Berita Bontang Terkini
Unit Pelaksana Teknis Terima Banyak Keluhan dari Para Pedagang Pasar Tamrin Bontang
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, dihujani keluhan dari para pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) saat menggelar rapat evalusi.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, dihujani keluhan dari para pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) saat menggelar rapat evalusi bersama pedagang, Kamis (27/5/2021).
Pasca diresmikan pada Agustus 2020, pedagang menilai pemerintah gagal menarik pengunjung berbelanja ke dalam Pasar Tamrin.
Imbasnya, sejumlah pedagang terus mengalami kerugian. Bahkan banyak yang memilih untuk berhenti sementara berjualan hingga kondisi pasar kembali normal.
Selain itu, pedagang juga menilai skema penataan lapak yang dirumuskan pemerintah serampangan.
Belum lagi persoalan para pedagang diluar pasar yang tidak ditertipkan. Sehingga banyak pengunjung lebih memilih berbelanja di luar pasar.
Dalam rapat ini, sejumlah perwakilan pedagang juga menyoroti terkait lapak pedagang yang hingga saat ini belum ditempati. Padahal dari komitmen UPT Pasar sebelumnya, seluruh lapak yang tidak ditempati dalam priode tiga bulan pasca diresmikan, maka akan diambil alih pihak UPT.
Namun pada faktanya, hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari UPT terkait lapak yang belum ditempati.
"Banyak betul masalah. Skema lapak juga sembarangan. Terus itu komitmen UPT mana, katanya kalau lapak tidak ditempati tiga bulan bakal ditarik. Tapi mana sekarang. Malah dibiarin aja," ungkap Nasir (59) koordinator penjual ayam Pasar Tamrin, Kamis (27/5/2021).
Ia pun menuntut agar segala kesepakatan awal antara UPT Pasar, dengan pedagang bisa dijalankan sesuai komitmen sebelumnya.
Sebab jika terus dibiarkan, kemungkinan pasar ini terus akan beroperasi tanpa pembeli.
"Rugi aja kalau terus begini. Pasti pedagang bakal ikut keluar berjualan," bebernya.
Kepala Dinas-UKMP Asdar Ibrahim menuturkan jika semua keluhan pedagang akan ditampung.
Hasil dari pertemuan hari ini bersama pedagang akan dilaporkan ke Walikota Bontang, Basri Rase.
Nanti Walikota Bontang akan kembali mempertimbangkan dan menyaring beberapa poin keluhan dari pedagang.
Untuk hasil keputusannya nanti akan langsung disampaikan setalah melakukan koordinasi dengan Walikota.
