Sabtu, 11 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Hemat Penggunaan APBD, Walikota Samarinda dan SKPD Urunan Beli Cat dan Kuas

Walikota Samarinda Andi Harun dan Wawali Rusmadi dan jajaran serius mewujudkan 100 hari kerja Samarinda bersih, rapi dan tertib.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, RITA LAVENIA
Jajaran Pejabat Pemkot Samarinda dan seluruh Kecamatan ikut turun mengecet median jalan yang terbagi di 6 titik, Sabtu,29/5/2021. TRIBUNKALTIM.CO, RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO. SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun dan Wawali Rusmadi dan jajaran serius mewujudkan 100 hari kerja Samarinda bersih, rapi dan tertib.

Hal itu terlihat jelas dari kegiatan yang selama ini hampir tidak pernah dilakukan pejabat struktural di Pemkot Samarinda, yaitu mengecat trotoar dan median jalan, Sabtu (29/5/2021), Pukul 07.00-11.00 Wita.

Uniknya, Walikota Samarinda, Andi Harun mengaku kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendatapan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kita urunan. Dari Wali dan wakil, Sekda, Asisten, Tenaga Ahli, Kepala Dinas, dan beberapa sumbangan dari pihak-pihak yang tidak terikat," ujar Andi Harun

Baca juga: Tingkatkan Motivasi untuk Bergotong Royong, Walikota Samarinda Ajak SKPD Mengecat Median Jalan

"Saya ajak urunan buat beli cat dan kuas. Dan sekarang kita bersama kecamatan se-Samarinda ikut mengecat," ujar Andi kepada media saat ditemui dalam kegiatan tersebut.

Andi Harun menuturkan mengecat dengan dana urunan tersebut adalah upaya memperindah kota, namun tetap mengefisiensikan APBD.

"Karena kita tau masalah pembangunan jauh lebih besar daripada kemampuan pembiayaan kita," jelasnya.

"Juga sebagai percontohan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperindah kota tanpa harus menunggu APBD," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa pengecetan median tersebut belum bisa dirampungkan secara menyeluruh.

Baca juga: Pertamini Marak Samarinda, Dalam Pertemuan dengan DPRD, Pertamina Sebut Ilegal

Namun diupayakan bertahap setiap Sabtu dan Minggu, mengingat dana yang terkumpul terbatas.

"Jadi seberapa hari ini bisa terkumpul itu yang kita kerjakan. Kita tidak menarget harus berapa per orang, seiklasnya. Tinggal wartawan ini kebanyakan betakun kada umpat begawi. Apalagi kalo handak umpat urunan nukar cat," tutupnya dengan canda dan nada khas Bahasa Banjar.

Berita tentang Samarinda

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved