Berita Nasional Terkini
Partai Demokrat Koalisi dengan PDIP Sama Saja Bunuh Diri Politik, Alasannya Bukan Ideologi
Partai Demokrat koalisi sama PDIP sama saja bunuh diri, Ketua Bapilu Andi Arief aminkan sikap politik partai besutan Megawati Soekarnoputri.
TRIBUNKALTIM.CO - Partai Demokrat koalisi sama PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sama saja bunuh diri.
Itulah respon dari Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Arief merespon pernyataan PDIP baru-baru ini.
Sikap politik Partai Demokrat mengaminkan pernyataan politik partai besutan Megawati Soekarnoputri.
Dimana lewat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya tak bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat di Pilpres 2024.
Hal itu menyulut bara rivalitas politik yang telah lama padam.
Ketegangan antar kedua belah partai, baik PDIP dan Partai Demokrat kembali memanas.
Ketidakmungkinan berkoalisinya PDIP dan Partai Demokrat langsung dipertebal Andi Arief tak lama mengetahui pernyataan partai berlambang banteng.
Selenngkapnya baca berita politik dalam artikel ini.
Baca juga: Blak-blakan, Hasto Bongkar Alasan PDIP Tak Bakal Koalisi dengan PKS dan Demokrat di Pilpres 2024
Baca juga: Langsung Bisa Daftar CPNS 2021, Cek Syarat Lalu Login Portal SSCAN di sscn.bkn.go.id
"Pernyataan bahwa PDIP tidak mungkin berkoalisi dengan Demokrat pada kenyataannya sejak Pilpres 2004 memang belum pernah terjadi," kata Andi, kepada wartawan, Jumat (26/5/2021) dilansir Kompas.TV.
Menurutnya, PD saat ini tengah menyusun strategi untuk berkoalisi. Sama halnya yang dilakukan partai-partai politik lainnya terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.
Namun, jika berkoalisi dengan PDIP, Andi Arief tegas mengatakan justru itu bunuh diri politik.
"Menjelang 2024 ini Partai Demokrat, seperti juga partai lain, juga sedang memikirkan koalisi politik untuk pilpres. Di tengah ketidakpuasan atas pemerintah yang sudah meluas tentu kerugian besar jika Demokrat ikut dalam koalisi PDIP. Sama juga dengan bunuh diri politik. Kami memilih cara dengan cermat dan menghitung banyak aspek," ujar dia.
Ia pun tak setuju perihal tidak pernah berkoalisasinya kedua partai ini lantaran berbeda ideologi. Namun menurutnya, koalisi kedua parpol tak pernah terjadi karena PDIP malu setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Bukan karena soal ideologi, ngerti apa Hasto (Kristyanto) soal ideologi. Terlalu jauh kalau soal ideologi. Persoalan sesungguhnya itu karena PDIP dua kali berhadapan dengan kader Demokrat, yaitu SBY, selalu mengalami kekalahan," jelas Andi Arief.
Baca juga: Jadwal MotoGP 2021 Live Trans7, Cek Hasil FP3 dan FP4 GP Italia, Apakah Rossi Melorot Lagi?
Kemudian, Andi Arief pun menyinggung PDIP yang menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, tapi bukan dari kader sendiri. Ia bahkan menyebut Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader cabutan yang bukan tokoh asli di PDIP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdip-dan-partai-demokrat.jpg)