Virus Corona di Kutim

UPDATE Virus Corona di Kutim, Nol Penambahan Kasus Covid-19, Tersisa 49 Pasien yang Dirawat

Tersisa enam kecamatan di Kabupaten Kutai Timur yang belum mengalami penurunan status menjadi zona hijau

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kepala Dinas Kesehatan, Bahrani Hasanal, mengatakan tren penurunan terjadi khususnya di Kutai Timur, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap menerapkan prokes. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tersisa enam kecamatan di Kabupaten Kutai Timur yang belum mengalami penurunan status menjadi zona hijau.

Kecamatan Muara Ancalong, Sangatta Selatan, Bengalon, Karangan, dan Kaubun berada dalam status zona kuning.

Sedangkan Kecamatan Sangatta Utara masih berada di penularan Covid-19 tertinggi dengan status zona merah.

Berdasarkan data harian yang dihimpun Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kutai Timur per Tanggal 31 Mei 2021, Kutim nol penambahan kasus positif.

Baca Juga: KABAR DUKA, Heldy Frianda Mantan Plt Disdukcapil Kutim Meninggal Dunia, Terkena Serangan Jantung

Nihilnya kasus penambahan menjadi bukti bahwa penularan Covid-19 di Kutim mulai berhasil dilakukan.

Belum lagi dengan kasus sembuh yang secara konsisten terjadi, sehingga mengurangi jumlah pasien yang dirawat.

Sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19, meninggalkan 49 pasien sisanya yang masih dalam perawatan.

Apabila masyarakat Kutai Timur dapat mempertahankan penurunan ini, maka tidak perlu menunggu lama lagi hingga Kutai Timur dinyatakan bebas Covid-19.

Baca Juga: 110 Vial Vaksin Covid-19 Tiba Lagi di Sangatta, Kadinkes Kutim Ajak Pelayan Publik Segera Suntik

"Alhamdulillah, tren penurunan terus terjadi khususnya di Kutai Timur. Meskipun ada naik turun, kita harus pertahankan supaya terus menurun," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal.

Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sekalipun tren penurunan terus terjadi.

Bahrani berharap masyarakat bercermin dari kasus mutasi Covid-19 yang terjadi di beberapa negara sebab kelalaian dalam disiplin prokes.

"Tidak boleh lalai prokes. Meskipun sudah vaksin Covid-19 sekalipun, harus tetap memakai prokes," tutupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved