Pelantikan Bupati Nunukan
Pelantikan Bupati dan Wabup Nunukan Terpilih 2020 Dijadwalkan Besok Pagi
Pelantikan Bupati dan Wabup Nunukan terpilih pada Pilkada 2020 lalu, akan dihelat besok, di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (2/6/2021), pukul 09.00 Wita
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pelantikan Bupati dan Wabup Nunukan terpilih pada Pilkada 2020 lalu, akan dihelat besok, di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (2/6/2021), pukul 09.00 Wita.
Asmin Laura - Hanafiah akan dilantik oleh Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.
Pasangan bertagline Amanah itu ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih 2020, setelah dinyatakan unggul dengan perolehan 48.019 suara.
Sementara itu, rivalnya, Dani Iskandar-Muhammad Nasir peroleh 45.359 suara.
Baca juga: Tak Lagi Menjabat, Mantan Bupati Nunukan Ingatkan agar Peduli dan Beri Respons Baik pada Masyarakat
Pelaksana harian (Plh) Bupati Nunukan, Serfianus mengatakan, pelantikan bupati dan wakil bupati Nunukan definitif akan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Ketua DPRD Nunukan, termasuk dirinya sebagai Plh.
"Tamu dibatasi hanya 27 orang, itu sudah include dengan pejabat provinsi," kata Serfianus kepada TribunKaltara.com, Selasa (01/06/2021), pukul 10.00 Wita.
"Dari Nunukan yang hadir unsur Forkopimda, Ketua DPRD Nunukan, saya sebagai Plh, dan sanak keluarga bupati dan wakil bupati," ujarnya.
Menurutnya, hari ini akan dilakukan geladi pelantikan di provinsi.
Informasi yang dihimpun, pagi tadi Asmin Laura - Hanafiah serta sanak keluarga menggunakan speed boat carter dari Pelabuhan Liem Hie Djung menuju Ibukota Tanjung Selor.
"Siang nanti, saya akan bergeser ke provinsi," ucapnya.
Serfianus mengaku, jabatannya sebagai Plh bupati Nunukan akan berakhir setelah pelantikan bupati dan wakil bupati definitif.
"Tugas saya sebagai Plh terbatas. Tidak sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh bupati defenitif," ujarnya.
Baca juga: Masa Kepemimpinan Usai, Bupati Nunukan Asmin Laura Serah Terima Jabatan dengan Plh
Bahkan, kata Serfianus, dirinya tidak boleh mengeluarkan kebijakan yang sifatnya strategis.
"Seperti masalah kepegawaian, pindahkan sana pindahkan sini, tidak boleh," ujarnya.
"Termasuk masalah keuangan. Apalagi mengubah postur APBD. Jadi tugas Plh hanya mengisi kekosongan sementara sampai nanti bupati terpilih Pilkada 2020 lalu dilantik," ungkapnya.
Berita tentang Pelantikan Bupati Nunukan
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Mathias Masan Ola
