Kamis, 30 April 2026

Elpiji 12 Kg Naik

Harga Elpiji Non-subsidi Melejit, Gas Melon di Tarakan Terancam jadi Rebutan

Harga non-subsidi memang bersandar pada harga internasional. Tapi yang paling bahaya itu kalau terjadi ketiadaan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
HARGA GAS TARAKAN - Ilustrasi gas elpiji non subsidi. Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyatakan pihaknya tengah waspada atas gejolak harga gas naik. Saud tak menampik adanya risiko ketersediaan stok akibat fluktuasi harga internasional yang dipicu konflik global. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Badai kenaikan harga energi kembali menghantam warga Tarakan.

Setelah harga Dexlite merangkak naik, kini masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan Elpiji non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran baru, migrasi besar-besaran pengguna elpiji nonsubsidi ke gas melon 3 kg yang disubsidi pemerintah.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga Elpiji 5,5 kg di tingkat pangkalan kini menyentuh angka Rp130 ribu, naik dari harga agen yang berada di kisaran Rp124 ribu.

Baca juga: BBM Subsidi Apa Saja? Update Harga BBM Hari Ini 18 April 2026, Info Kenaikan Harga Gas 12 Kg Terbaru

Sementara untuk ukuran 12 kg, warga harus bersiap membayar hingga Rp280 ribu per tabung.

Menanggapi situasi ini, Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyatakan pihaknya tengah waspada.

Ia tak menampik adanya risiko ketersediaan stok akibat fluktuasi harga internasional yang dipicu konflik global.

“Harga non-subsidi memang bersandar pada harga internasional. Tapi yang paling bahaya itu kalau terjadi ketiadaan atau kelangkaan. Sudah mahal, barangnya tidak ada lagi,” ujar Ibnu Saud saat ditemui media.

Waspada 'Pemain' dan Migrasi ke Gas Subsidi Pemerintah Kota Tarakan saat ini fokus memastikan apakah lonjakan harga ini terjadi merata atau hanya di titik tertentu akibat adanya praktik spekulan.

Namun, tantangan terbesarnya adalah potensi beralihnya konsumen menengah ke Elpiji 3 kg yang dapat memicu antrean panjang.

Ibnu Saud menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Forkopimda dan para pelaku usaha untuk memetakan kondisi riil di lapangan.

Baca juga: Warga Long Apari Mahulu Menjerit, Harga Gas LPG 12 Kg Capai Rp600 Ribu per Tabung

Ia tidak ingin kebijakan diambil secara tergesa-gesa tanpa data yang presisi.

“Kita harus check and recheck. Apakah ini menyeluruh di Tarakan atau hanya parsial? Kalau parsial, berarti ada pemain. Dari temuan itulah kita akan analisis dan ambil langkah,” tegasnya.

Jargas Belum Meng-cover Seluruh Warga

Di sisi lain, keberadaan Jaringan Gas (Jargas) di Tarakan yang diharapkan menjadi solusi belum bisa diandalkan sepenuhnya.

Ibnu Saud mengakui cakupan Jargas saat ini belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved