Berita Nasional Terkini
Rencanakan Penyerangan di Rumah Ibadah Hingga Mapolres, Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Merauke
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 terduga teroris di Distrik Tanah Miring, Jagebob, Kurik dan Kota Merauke
TRIBUNKALTIM.CO - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 terduga teroris di Distrik Tanah Miring, Jagebob, Kurik dan Kota Merauke.
Penangkapan, 10 terduga teroris ditangkap pada Jumat (28/5/2021). Kemudian satu orang terduga teroris lainnya ditangkap pada Minggu (30/5/2021).
Pelaku merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berasal dari Jawa dan Sulawesi.
Namun, para pelaku diketahui telah lama tinggal dan menetap di Merauke.
Baca juga: NEWS VIDEO Munarman Ditangkap Karena Terlibat Kelompok Teroris JAD yang Terafiliasi Dengan ISIS
Dalam penangkapan ini, Polri menyita sejumlah barang bukti diantaranya senapan angin, senjata tajam, peralatan panah, hingga bahan kimia yang diduga sebagai bahan baku peledak.
Sebelas terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Merauke tersebut diduga telah merencanakan sejumlah aksi teror dibeberapa tempat.
Baca juga: Densus 88 Bongkar 19 Teroris JAD Berafiliasi ke ISIS Ternyata Anggota FPI, Punya Kemampuan Tempur
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dikutip dari TribunNews.com mengatakan para pelaku telah merencanakan aksi penyerangan terhadap rumah ibadah (gereja) gereja hingga penyerangan Polres di Merauke.
"Yang bersangkutan itu merencanakan aksi teror di gereja di Merauke, Polres Merauke dan Satlantas Merauke. Sasarannya itu melakukan aksi teror," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5/2021).
Ia menyampaikan pelaku juga diketahui telah berbaiat dengan kelompok ISIS.
Baca juga: Millenial Disasar Teroris jadi Pengantin, Politisi PDIP: Deradikalisasi Gagal, Anggaran Triliunan?
Sebaliknya, para pelaku juga tergabung dengan grup WhatsApp dan telegram yang berisikan konten radikalisme.
"Mereka tergabung dalam kelompok menggunakan WA atau telegram yang isinya mengandung unsur radikal. Yang bersangkutan juga sudah lakukan sumpah setia atau baiat ke ISIS," ungkap dia.
Lebih lanjut, Argo menambahkan seluruh pelaku kini masih dalam pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Polri.
Baca juga: Gelar Pasukan, Teroris Jadi Atensi Operasi Lilin Mahakam
"Penyidik densus 88 saat ini sedang intensif memeriksa. Tentunya memeriksa itu tidak sekaligus selesai. Tentunya masih ada teknis dan taktik dari Densus biar yang bersangkutan memberikan keterangan yang terus terang, keterangan apa yang mereka alami," ujarnya.
Bukan Orang Asli Papua
Lebih lanjut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan belasan teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Merauke bukan berasal dari Orang Asli Papua (OAP).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-densus-88-12072020.jpg)