Breaking News:

Untuk ke-7 Kalinya Secara Berturut-turut, Kabupaten Paser Raih Predikat WTP dari BPK

Pemerintah Kabupaten Paser kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau (WTP) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Diah Anggraeni
HO
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf serta Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalimantan Timur dengan hasil laporan Wajar Tanpa Pengecualian, Senin (31/5/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten Paser kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau (WTP) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2020.

Laporan hasil pemeriksaan atas LKPD Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2020 Se-Kalimantan Timur tersebut berlangsung di aula pertemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (31/5/2021) kemarin.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Paser dr Fahmi Fadli bersama Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf dan Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi hadir pada penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas LKPD Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2020.

Baca juga: DPRD Paser Nilai, Opini dari BPK Bertujuan Peningkatan Kualitas Kinerja Pemda

Fahmi menilai, perolehan predikat WTP ini merupakan pencapaian luar biasa sekaligus awal yang bagus dalam periode pemerintahannya.

"Tentunya predikat WTP atas LKPD Pemerintah Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2020 merupakan awal yang bagus dalam pemerintahan kami, yang merupakan suatu capaian yang luar biasa," katanya.

Predikat WTP itu merupakan yang ke-7 kalinya yang diraih secara berturut-turut oleh Kabupaten Paser, terhitung sejak tahun 2014 lalu.

Bupati pun mengapresiasi pemerintahan sebelumnya yang konsisten dan disiplin dalam pelaporan pengelolaan keuangan daerah. 

Baca juga: Perkuat Integritas, Bupati Paser Siap Dukung Pembangunan di Rutan Klas IIB Tanah Grogot

Sementara di sisi lain, ia menganggap pencapaian itu sebagai tantangan bagi pemerintah ke depan.

"Artinya ada hal baik yang harus dipertahankan maupun diperbaiki untuk Kabupaten Paser yang lebih baik ke depan," jelas Fahmi.

Meski bangga dengan capaian yang diperoleh, Bupati Paser menyebut bahwa pelayanan terhadap masyarakat jauh lebih penting.

"Kita bangga dengan WTP ini. Namun ada hal yang jauh lebih penting, yaitu mewujudkan masyarakat Paser yang maju, adil dan sejahtera," tutupnya.

Diketahui terdapat delapan kabupaten dan kota yang diundang dalam hasil laporan pemeriksaan LKPD.

Tiga di antaranya, yaitu Provinsi Kaltim, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Samarinda, sudah lebih dulu menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2020. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved