Berita Samarinda Terkini
Cuaca Terik di Samarinda dalam Beberapa Hari Terakhir, Waspada Ancaman Kebakaran Lahan
Cuaca terik melanda beberapa kota di Kalimantan Timur, tak terkecuali Samarinda. Hal ini harus diwaspadai karena berpotensi menimbulkan kebakaran lah
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
Terlebih ketika petugas menemui medan yang sulit, dengan minimnya peralatan, hingga tak bisa menjangkau dan hanya mengawasi dari jauh.
Ketika api mendekat ke permukiman barulah petugas bergerak melakukan penyemprotan.
Tidak jarang juga petugas Disdamkar dibantu relawan terpaksa berjibaku dengan api menggunakan alat seadanya, yakni dengan memukul-mukulkan ranting kering ke titik api, dan ini dilakukan jika titik air terbatas, bahkan tidak ada.
"Luas area lahan dan titik api yang cukup jauh terkadang membuat armada fire truck tidak dapat menjangkau titik api, ada beberapa daerah di wilayah Samarinda yang sulit ditembus. Kita paksakan, risikonya mobil tangki bisa rusak," ujar Makmur Santoso.
Keterbatasan ini yang membuat petugas akhirnya membawa unit portabel yang dapat dibawa mendekat ke titik api, dan menarik slang panjang.
Namun, hal lain bisa menjadi kendala, ketika unit portabel tak menemukan titik air yang membuat petugas terhambat memadamkan api
"Unit tangki yang tidak bisa mendekat, kita gunakan mesin portabel. Kalau sekarang ini musim panas sehingga sulit mendapatkan sumber air, apalagi jika titik api di perbukitan," tuturnya.
Makmur Santoso mengemukakan, keterbatasan personel juga menjadi kendala, pasalnya ketika terjadi kebakaran lahan, tak hanya satu posko terdekat saja yang melakukan penanganan, tetapi posko lain juga ikut datang membantu,
Alhasil tidak ada lagi personel di posko yang standby jika ada kejadian lainnya, karena semua regu sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran lahan atau permukiman.
"Ya, mau tidak mau staf yang berada di kantor juga kita kerahkan, karena memang anggota kami terbatas," ucapnya.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq