Polemik SMAN 10 Samarinda
Dipaksa Minggat, SMAN 10 Samarinda Belum Memiliki Gedung Memadai
Pihak SMAN 10 Samarinda mengaku masih bingung harus bagaimana jika nantinya pembelajaran tatap muka harus segera dilaksanakan
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah terpaksa harus keluar dari Kampus A yang berada di Jalan HAM. Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pihak SMAN 10 Samarinda mengaku masih bingung harus bagaimana jika nantinya pembelajaran tatap muka harus segera dilaksanakan.
"Kita dipaksa minggat hanya berbekal disposisi Gubernur. Kita hargai dsiposisi itu, tapi mengapa pihak yayasan yang melakukan pengusiran?" kata Kepala Sekolah SMAN 10 Samarinda, Sutrisno saat dikonfirmasi TribunKaltim.Co, Minggu (6/6/2021).
Meski berberat hati harus segera pindah, Sutrisno mengaku pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kaltim untuk menyikapi hal tersebut.
Baca Juga: Mengenal Kolam Edukasi SDN 008 Samarinda, Pernah Panen 1000 Ekor Ikan Lele
Baca Juga: Babak Penyisihan MTQ ke-42 Kaltim, Kafilah MTQ Kota Samarinda Siap Tampil Mulai Hari Ini
"Kami ada 20 kelas. Nah ruang kelas yang rampung baru 7 kelas. 13 kelas lainnya harus kami bawa kemana? Untungnya saat ini kita masih daring," jelas Sutrisno.
Sutrisno melanjutkan, sebenarnya Diknas Kaltim sudah mengarahkan mereka ke Gedung Education Centre yang berada di Jalan PM. Noor, Samarinda Utara, namun setelah pihaknya meninjau lokasi masih banyak yang perlu diperbaiki.
"Jadi ada beberapa ruangan yang bisa kami pakai untuk sementara. Tapi yah itu belum bisa langsung ditempati, harus diperbaiki," jelas Sutrisno.
Baca Juga: Temui Kafilah Kontingen MTQ Samarinda, Andi Harun Berikan Dukungan dan Suntikan Dana Rp 100 Juta
Baca Juga: Permasalahan Banjir dan Sampah di Samarinda, Pemprov Kaltim Gelontorkan DAK Sebesar Rp 490 Miliar
Sementara untuk barang milik SMAN 10, Sutrisno menuturkan, pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh orangtua siswa siswi agar mengambil barang berharga yang masih berada di asrama.
"Untuk barang kantor belum ada yang kita pindahkan. Kita baru pindahkan simbol-simbol SMAN 10, surat-surat berharga seperti blanko ijazah, arsip, surat laporan keuangan, dan fotocopy ijazah alumni-alumni," ungkapnya.
Untuk pengambilan barang berharag, Sutrisno menjelaskan sudah dilakukan sejak Jumat 4 Juni lalu hingga saat ini.
"Kita mencegah jangan sampai ada kerusakan. Juga sebelum gedung-gedungnya digembok pihak Yayasan. Karena asrama dan kelas sudah ada yang digembok," jelasnya
Pihaknya juga berharap agar Diknas bisa segera menemukan solusi untuk permasalahan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/depan-kampus-melati-yang-berada-di-jalan-hm-rifadin.jpg)