Berita Berau Terkini
Meski tak Ada Kasus di Berau, Distanak Sebut Vaksin Rabies Penting Sebagai Pencegahan
Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan (Distanak) Berau, masih terus menjalankan program cegah rabies dengan rutin memberikan vaksin.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Meskipun belum terjadi kasus penyakit rabies, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan (Distanak) Berau, masih terus menjalankan program cegah rabies dengan rutin memberikan vaksin.
Kepala Bidang Keswan Kesmavet, Distanak Berau, I Putu Sepion menjelaskan, bentuk pelayanan yang diberikan pihaknya lebih aktif dalam pelayanan jemput bola ke daerh yang memiliki sentra hewan berpotensi rabi.
Untuk kecamatan yang paling dekat yakni daerah Sambaliung.
Baca Juga: Kantor Kemenag Berau Rencanakan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 13 Juli
Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Kepala BPBD Berau Minta Warga yang Ingin Buka Lahan Lapor ke Kepala Kampung
Kendati di tahun 2020 kemarin hingga tahun ini ruang gerak pihaknya agak sulit terlaksana lantaran pandemik Covid-19.
Seperti pada tahun 2020 kemarin, pihaknya mengharapkan adanya 750 ekor potensi hewan penyebar rabies untuk divaksin.
“Selama ini belum ada kasus, tapi kami gencar melakukan dalam upaya pencegahan, terutama pada daerah pedalaman yang lebih banyak memelihara hewan berpotensi rabies,” ungkapan kepada TribunKaltim.Co, Minggu, (6/6/2021).
Baca Juga: Beri Semangat Kafilah, Wakil Bupati Berau Gamalis Hadiri Pembukaan MTQ ke 42 Kaltim di Bontang
Baca Juga: Kepala Dinas Pertanahan Berau Divonis Bebas dan tak Bersalah Atas Kasus Korupsi Pembebasan Lahan
Hewan berpotensi rabies yakni berupa Kucing, Anjing dan Monyet.
Beberapa sentra juga berasal daerah di Kecamatan Segah dan Kelay, penetapan itu diperoleh sebab adanya tim langsung dilapangan yang aktif untuk mengurus hewan berpotensi rabies.
Selama ini, masyarakat tidak menutup pintu akses mereka jika ingin mengadakan penyuluhan ataupun sosialisasi terhadap hal ini.
Jika ada kendala pun hanya berupa sulitnya menjangkau daerah hilir terkait angkutan membawa hewannya. Contohnya seperti di kampung Merasa sudah terlaksana dengan baik.
Untuk hewan yang mendapatkan vaksin pun berbeda tiap sentranya. Putu menjelaskan seperti di Tanjung Redeb, kebanyakan hewan yang divaksin yaitu kucing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-bidang-keswan-kesmavet-distanak-berau-i-putu-sepion-bersama-pihak-distanak-berau.jpg)