Berita Nasional Terkini
Panglima TNI dan Kapolri Sorot Wilayah Ganjar Pranowo, Corona Melonjak di Kudus, 60 Desa Zona Merah
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit sorot wilayah Ganjar Pranowo, Jawa Tengah. Corona melonjak di kudus, 60 desa zona merah.
"Setiap desa harus ada satu posko PPKM mikro agar zona merah menjadi kuning, dan akhirnya menjadi hijau,” ucap Hadi.
“Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif.”
Selain Hadi Tjahjanto, turut hadir Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito.
Mereka diketahui mengadakan rapat koordinasi untuk menanggulangi ledakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus.
Tak hanya itu, rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus HM Hartopo.
Baca juga: Resep Mixed Fruit Yoghurt, Dessert Manis dan Segar yang Hanya Butuh 10 Menit Membuatnya
Diketahui ledakan kasus Covid-19 di Kudus diduga terjadi jelang hari raya Lebaran 1442 Hijriah.
Kudus saat ini telah ditetapkan sebagai kabupaten yang masuk dalam kategori zona merah di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan laman corona.kuduskab.go.id pada Rabu (2/6/2021) lalu, terdapat 7.736 kasus positif Covid-19 di Kota Kretek itu dengan rincian 287 pasien dirawat, 956 isolasi mandiri, 637 meninggal dunia, dan 5.856 sembuh.
Mayoritas penambahan kasus juga terjadi pada para tenaga kesehatan (nakes) di Kudus yang mesti melakukan isolasi mandiri saat ini.
Baca juga: Hasil Floyd Mayweather Jr vs Logan Paul, Ketakutan Mike Tyson Terhadap Youtuber tak Terbukti
Kapolri Siapkan Kontijensi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku pihaknya telah menyiapkan manajemen kontijensi untuk mencegah penularantes COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah.
Sigit menegaskan salah satu manajemen kontijensi yang dimaksud yakni terus melakukan 3T atau tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment).
"Yang selesai di tracing dan reaktif langsung di arahkan untuk tidak keluar rumah dan isolasi mandiri sampai dengan RT-PCR keluar," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/6/2021).
Tak hanya itu, Sigit juga mengaku pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M).
Lebih lanjut Sigit menuturkan masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri, nantinya akan mendapat pengawasan dari petugas TNI-Polri.