Berita Nunukan Terkini
Dinkes Beber Data Lansia di Nunukan Capai 10.000 Orang, Vaksinasi Baru Sasar 2.000
Sasaran vaksinasi Covid-19 yang terdata untuk Lansia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, baru 2 ribu orang.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- Sasaran vaksinasi Covid-19 yang terdata untuk Lansia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, baru 2 ribu orang.
Sementara data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Nunukan ada sekira 10.000 Lansia se-kabupaten.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Irma, data Lansia yang akan menerima vaksinasi Covid-19 sudah didukung oleh pemerintah pusat.
"Data Lansia sudah di-backup oleh pemerintah pusat, kami tinggal melayani saja. Meski begitu, kami juga butuh data. Maka sebelum divaksin, Lansia harus didaftarkan dulu oleh keluarganya di Faskes," kata Irma kepada TribunKaltara.com, Rabu (9/6/2021).
Lebih lanjut, Irma mengatakan, pihaknya memberikan estimasi sasaran vaksinasi untuk Lansia sebanyak 1.000 orang.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Sasar Kelompok Lansia di Kubar, Targetkan 400 Orang
"Untuk vaksinasi Lansia, kami akamodir di termin 3 dan 4. Masing-masing termin itu sasarannya 1.000 orang. Data Lansia yang ada sama kami masih bersifat estimasi. Untuk riilnya kami berharap keluarga Lansia yang harus aktif mendaftarkan di Faskes," ucapnya.
Irma mengimbau kepada keluarga Lansia di Kabupaten Nunukan untuk aktif mendaftarkan ke fasilitas kesehatan (Faskes).
Hal itu untuk mencegah terjadinya kerumunan di Faskes, yang mana dapat memberikan dampak buruk pada Lansia.
"Lansia itu usia yang rentan sekali terjangkit virus Covid-19. Jadi kalau untuk pendaftaran vaksinasi, sebaiknya cukup anak atau cucu yang membawa KTP Lansia ke Faskes. Setelah itu menunggu giliran dipanggil oleh pihak Faskes. Untuk meminimalisir kerumunan, vaksinasinya dijadwalkan," ujarnya.
Tak hanya itu, untuk vaksinasi termin ke 4 nanti, juga diperuntukkan untuk disabilitas.
Namun, kata Irma, sesuai petunjuk pemerintah pusat hanya untuk disabilitas mental atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Sebenarnya di termin ke 3 divaksin tapi datanya belum masuk. Jadi termin ke 4 nanti baru diakomodir. Sebagai uji coba, jatah vaksin untuk disabilitas, hanya 50 orang. Saya bilang uji coba, karena yang namanya orang gila sistem pelayanannya beda dengan orang normal," ujarnya.
Irma menuturkan, data ODGJ secara keseluruhan di Dinas Kesehatan yang bakal menerima vaksinasi Covid-19 ada 356 orang.
"Tapi nanti diprioritaskan dulu ODGJ yang kasusnya berat. Ada 226 kasus. Jadi ada 10 macam penyakit yang masuk dalam kategori kasus berat, seperti gangguan mental organik, gangguan mental akibat napza dan sebagainya. Nanti yang eksekusi itu Puskesmas di masing-masing wilayah," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/vaksinasi-lansia-di-puskesmas-nunukan-belum-lama-ini-tribunkaltaracomfebrianus-felis.jpg)