Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Hasil Laut Menurun, Nelayan Malinau Minta Ilegal Fishing dan Pengolahan Limbah Tambang Diawasi

Perwakilan Kelompok Nelayan meminta agar pemerintah mengawasi praktik pencemaran sungai yang merugikan nelayan

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
Dialog bersama Perwakilan Kelompok Nelayan di Kabupaten Malinau bersama Bupati dan Wakil Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Perwakilan Kelompok Nelayan meminta agar pemerintah mengawasi praktik pencemaran sungai yang merugikan nelayan di wilayah perairan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Sore tadi, Kelompok Nelayan mewakili 203 Nelayan di Kabupaten Malinau menyampaikan pendapatnya terkait isu kesejahteraan nelayan di Malinau.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog bersama 11 Kelompok Nelayan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Malinau Wempi W Mawa menyampaikan soal larangan praktik illegal fishing kepada kelompok nelayan yang hadir.

Baca Juga: NEWS VIDEO Perahunya Terbalik , Nelayan di Gorontalo Selamat Berkat Minta Tolong di Medsos

Ketua Kelompok Jejak Nelayan Malinau, Samri menilai hampir seluruh nelayan mengeluhkan tentang menurunnya hasil tangkapan laut selama setahun terakhir.

Mengenai praktik illegal fishing, Samri mengatakan nelayan paham betul mengenai hal tersebut. Dia menilai sungai adalah tempat nelayan bergantung hidup.

Mengotori sungai sama halnya dengan mencemari periuk nasi nelayan. Sebagaimana rumah, sungai diibaratkan sebagai kediamannya sendiri.

Soal illegal fishing, kami para nelayan selalu taat dengan aturan. Karena sungai ini tempat kita cari makan.

Baca Juga: Sulit Peroleh Solar, DPRD Kukar Beber Nelayan Pesisir Butuh SPBU Terapung di Samboja

Halaman
12
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved