Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Berbagi Isu Kerusakan Lingkungan, Jatam Kaltim Gelar Diskusi dan Bedah Laporan

Jatam Kalimantan Timur bekerja sama dengan Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul kembali menyelenggarakan diskusi serta bedah laporan melalui v

Penulis: Rita Lavenia
Editor: Rahmad Taufiq
TANGKAP LAYAR VIA ZOOM
Sungai Palakan dan Sungai Santan di Kutai Kartanegara yang terdampak oleh limbah penambangan perusahaan batubara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Jatam Kalimantan Timur bekerja sama dengan Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul kembali menyelenggarakan diskusi serta bedah laporan melalui via zoom pada Jumat (11/6/2021).

Ketua Program Studi Pembangunan Fisip Unmul Dokter Sukapti menerangkan kegiatan diskusi ini perlu dilaksanakan karena isu lingkungan bukanlah hal baru, meski sudah mengemuka sejak tahun 70-an silam.

"Isu lingkungan tidak akan pernah usang. Semakin hari isu lingkungan akan semakin penting untuk kita angkat ke permukaan karena faktor empiris di lapangan kerusakan lingkungan itu nyata dan kasat mata," ucap Sukapti, saat membuka zoom meeting tersebut.

Dia menjelaskan Kalimantan Timur termasuk wilayah yang ditujukan untuk memutar modal besar dari luar untuk dioperasikan di Kaltim ini.

"Nah kerusakan lingkungan mulai bermunculan sejak disadarinya Kaltim memiliki SDA yang melimpah, namun SDM masih kurang," ungkapnya.

Baca juga: Jatam Ungkap 53 Lubang Tambang Ditinggal Menganga di Marangkayu, Warga Pakai buat Sumber Air Bersih

Dia menambahkan sampai saat ini modal besar tersebut masih terus berputar dan kerusakan lingkungan semakin menjadi sejalan dengan pembangunan sejak zaman orde baru.

"Kaltim itu SDA-nya sangat kaya, melimpah dan besar. Harus dimaksimalkan untuk kemakmuran. Itu narasi yang selalu kita dengar sehingga kita merasa masuk akal bila lingkungan kita disentuh. Padahal faktanya SDM Kaltim belum dimaksimalkan hingga saat ini," tuturnya.

Dalam sambutannya, Sukapti menuturkan bahwa selama ini masyarakat belum memikirkan konsep lingkungan itu seperti apa dan tidak menganggap itu sebagai biaya ataupun kerugian.

"Karena orientasinya belum ke situ. Makanya harapan kita dengan diskusi ini masyarakat dan mahasiswa bisa sadar bahwa melihat pembangunan itu bukan soal pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga berkaitan dengan isu lingkungan itu sendiri," tuturnya.

Berita tentang Samarinda

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved