Berita Bulungan Terkini
Dugaan Virus ASF, Dinas Pertanian Bulungan Ambil Sampel di Kecamatan Peso
Puluhan babi di wilayah Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan dikabarkan mati secara mendadak dalam seminggu terakhir.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR -Puluhan babi di wilayah Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan dikabarkan mati secara mendadak dalam seminggu terakhir.
Setidaknya, terdapat 40 ekor babi, baik babi hutan maupun babi ternak yang dilaporkan mati secara mendadak.
Pihak Dinas Pertanian Bulungan telah turun tangan untuk mengambil sampel babi yang mati mendadak.
Baca Juga: Bupati Bulungan Syarwani Lantik 54 Pejabat Administrator dan Pengawas, Sudah Dapat Izin Mendagri
Baca Juga: CPNS 2021, BKPSDM Bulungan Sebut Masih Menunggu Pengumuman dari Pusat
Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny, Jumat (11/6/2021).
"Saat ini ada tim yang kesana, ada dua orang, itu ke Desa Long Yiin di Peso jadi di wilayah hulunya Peso," ujar Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny.
"Selasa kemarin sudah ke sana untuk ambil sampel, dan hari ini dilanjutkan kembali ke sana," tambahnya.
Baca Juga: Sore Ini 800 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Bulungan, Prioritaskan Pengurus Kadin Kaltara dan UMKM
Baca Juga: Bulungan Kembali Dapat Jatah 220 Vial Vaksin Sinovac, Prioritaskan Pelayan Publik dan Lansia
Dugaan sementara, kematian babi-babi tersebut disebabkan oleh African Swine Fever atau ASF, virus yang menyerang babi hingga menyebabkan kematian.
"Dugaan sementara disebabkan oleh ASF, tapi kami belum bisa menyatakan ASF atau tidak, karena sampelnya harus diuji di laboratorium dulu," tambahnya.
Pihaknya mengakui telah mendapatkan peringatan dari Dinas Pertanian Berau, terkait potensi penyebaran ASF di wilayah Bulungan.
Mengingat pada Bulan Mei lalu, ratusan babi di wilayah Berau positif terjangkit ASF.
"Memang kita mendapatkan peringatan itu dari Dinas Pertanian Berau, dan kami sudah melakukan pemetaan lokasi mana saja yang dilaporkan ada kematian babi, sejauh ini masih di wilayah Peso," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-pengambilan-sampel-pada-babi-yang-diduga-terjangkit-asf-di-berau-kaltim.jpg)