Selasa, 28 April 2026

Berita Kubar Terkini

Hadiri Panen Cabai, FX Yapan Minta Petani Transmigran Transfer Ilmu Pertanian kepada Warga Setempat

Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menghadiri panen cabai di Kampung Sumberbangun, Kecamatan Se

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Gubernur Kaltim Isran Noor (kanan) bersama Bupati Kutai Barat FX Yapan (kiri) menghadiri kegiatan panen cabai di Kampung Sumberbangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (11/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menghadiri panen cabai di Kampung Sumberbangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kubar, Jumat (11/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, FX Yapan memberikan pesan kepada warga transmigran yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Ia meminta kepada masyarakat transmigran untuk memberikan ilmu terkait seputar pertanian kepada masyarakat lokal.

Sehingga dengan menyalurkan ilmu kepada masyarakat lokal dapat meningkatkan hasil tani di kabupaten pecahan Kutai tersebut.

"Saya sudah berpesan dan berharap kepada seluruh,13 Kampung Jawa harus berikan contoh kepada warga setempat. Ini suatu bukti karena memang perlu kalian memberi contoh orang lokal cara bertani baik," ucapnya.

Baca juga: Menjamu Isran Noor, Bupati Kubar Sindir Kualitas Jalan Lintas Provinsi Lebih Jelek dari Kuburan

Ia mengaku terkesan dengan hasil pertanian warga setempat.

Bahkan ia mengakui baru pertama kali melihat langsung panen cabai masyarakat transmigran.

Ia berharap dengan adanya bantuan alat dari pemerintah provinsi dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan kedatangan gubernur memberikan semangat kita untuk berinovasi, memberikan terobosan kepada masyarakat terhadap ketahanan pangan," ujar FX Yapan.

Beri Bantuan Peralatan Pertanian dan Sepeda Senilai Rp 600 Juta 

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor menghadiri kegiatan panen cabai di Kampung Sumberbangun Kecamatan Sekolaq Darat, Jumat (11/6/2021).

Dalam kegiatan panen cabai itu, Gubernur Kaltim periode 2018-2023 itu memberikan bantuan kepada kelompok tani di kampung tersebut.

Beberapa bantuan diberikan, seperti bibit holtikultura, traktor mini dan sepeda.

Ada hal unik ketika Isran Noor memberikan bantuan sepeda.

Ia bertanya kepada masyarakat kelompok tani itu apakah sudah memiliki sepeda.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Kritisi Pembangunan yang Terpusat di Jawa, Infrastruktur Kaltim Malah Tak Merata

"Siapa yang belum punya sepeda? Angkat tangan yang perempuan," tanya Isran Noor.

Ia mengatakan alasan diberikan sepeda itu agar kelompok tani lebih muda menuju lokasi pertanian mereka.

Bahkan ia melempar candaan di balik pemberian bantuan sepeda itu.

"Kalau bapak-bapaknya yang dapat nanti, tidak ketahuan kalau keluar," seloroh Isran Noor.

Sementara itu, Naftalia, salah satu anggota tani mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah tersebut.

Ia berharap bantuan itu dapat meningkatkan produksi pertanian di kampung tersebut.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Minta Pemda Tingkatkan Produksi Sapi 1,5 Kali dari Jumlah Warga Kaltim

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mendatangi panen cabai di Kampung Sumberbangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (11/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan pertanian menjadi sumber utama pendapatan di Kaltim.

Bahkan ia optimistis sektor pertanian bisa menjadi pendapatan utama, selain tambang.

"Tapi kalau orang bertanam cabai sekarang ini baru orang panen di sini, tentu kurang nyaman karena baru tanam. Tapi yakinlah produk yang dihasilkan dalam produk komoditas pangan tidak sia-sia. Orang berpikir sia-sia dia akan menghadapi kesia-siaan dalam hidupnya," ucap Isran Noor.

Bahkan usaha sektor pertanian tidak membuat seorang petani merugi.

Baca juga: Usai Panen Cabai, Gubernur Isran Noor Beri Bantuan Bibit dan Alat Pertanian kepada Petani di Kubar

Sebab tanaman holtikultura yang tidak terjual bisa kembali memberikan manfaat bagi alam, seperti menjadi pupuk bagi hasil pertanian yang tidak terjual ke masyarakat.

"Termasuk buah-buahan ketika tidak laku dijual, dia manfaatkan menghasilkan karbon. Paling tidak menghasilkan karbon yang lepas di atmosfer diserap permukaan bumi menjadi kebutuhan masyarakat, baik masyarakat di sini maupun di luar," tuturnya.

Menurutnya tanah di Kutai Barat cocok untuk pertanian.

Sebab dari kondisi tanah yang ia lihat memiliki kandungan humus yang tinggi.

Kandungan humus tinggi ini membuat tanaman tumbuh subur.

"Rambutan pula banyak, tapi daunnya lebat, kemudian buahnya jatuh tidak termakan apalagi masam buahnya, dia jatuh tanpa apa-apa menghasilkan lahan subur, humus. Jadi tidak sia-sia, banyak pahalanya orang berkebun jadi jangan khawatir," tutur Isran Noor.

Berita tentang Kubar

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved