Jumat, 12 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Komisi IV DPRD Kota Samarinda Minta Prokes Diutamakan Saat PTM

Tidak terasa pembelajaran tatap muka di tiap tingkatan sekolah di Samarinda, akan segera berlangsung meski saat ini kita masih dibayangi Covid-19

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Deni Hakim Anuar.TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Tidak terasa pembelajaran tatap muka di tiap tingkatan sekolah di Samarinda, akan segera berlangsung meski saat ini kita masih dibayangi pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anuar mengatakan, bahwa selama flutuaktif Covid-19 tidak dalam kategori membahayakan, maka Samarinda bisa melakukan PTM tersebut.

Meski begitu, politisi yang akrab disapa Deni ini menegaskan bahwa setiap sekolah harus mengetatkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Satpol PP Tana Tidung Sebut Sekolah Perlu Dapat Rekomendasi PTM dari Satgas Covid-19

Baca Juga: NEWS VIDEO Presiden Jokowi Hanya Minta PTM 2 Jam, Ini Respon Kemendikbudristek

"Kegiatan apapun prokes itu harus diutamakan. Minimal ada asesmen dari pelakunya. Seperti tenaga pendidik yang ada di lingkungan sekolah harus sudah divaksin," jelas Deni, saat dikonfirmasi, Minggu (13/6/2021).

Selain itu juga lanjut Deni, fasilitas sekolah harus terbuka dan memiliki sanitasi yang baik.

"Selama itu dijalankan Saya rasa PTM bisa dilaksanakan. Apalagi kita melihat geografis peningkatan kasus Covid di Samarinda mulai melandai, " ucapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Hanya Minta PTM 2 Jam, Ini Respon Kemendikbudristek

Baca Juga: DPRD Samarinda Akui 72 Sekolah yang Disiapkan untuk PTM Ada yang Belum Memenuhi Syarat

"Tapi itu dalam kasus cuma meningkat 1 sampai 5 kasus saja. Kalau meningkat misal 80 sampai 100 % otomatis kita tutup," lanjutnya.

Politisi dari fraksi Gerindra ini juga menyadari, bahwa dengan adanya rencana PTM di Juli mendatang, pasti ada orangtua murid dan siswa yang merasa was-was dengan keputusan tersebut.

Oleh sebab itu, Deni mengatakan bahwa pihak pendidik tentu akan menjalankan PTM dengan persetujuan dari orangtua pelajar.

"Kalau orangtuanya setuju anaknya PTM, silahkan, jika tidak juga tidak masalah," ucapnya.

Maka menurutya pemahaman tentang virus Corona harus didahulukan oleh masyarakat. Dengan begitu akan paham bagaimana penularannya dan mencegahnya.

Baca Juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Samarinda Berjalan Baik, 72 Sekolah Disiapkan untuk PTM

Baca Juga: Capaian Vaksin Tenaga Pendidik di Berau Diklaim Tinggi, Dipercepat untuk PTM Juli 2021

"Kalau masyarakat paham, masalah prokes pasti tidak akan membebani orangtua saat PTM nanti.

Karena bagaimanapun pemerintah untuk membuka kembali pasti sudah memperhatikan semua aspek. Mulai dari vaksinasi tenaga pendidik, maupun aspek prokes sekolah tadi," tutupnya. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved