Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Berita Kutim Terkini

Enam Bulan tak Digaji, Dosen dan Karyawan STAIS Kutai Timur Ancam akan Segel Kampus

Puluhan dosen, karyawan, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta, mengancam pihak yayasan akan melakukan penyegelan kampus.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kegiatan aksi yang digelar Aliansi Dosen dan Karyawan STAI Sangatta, terhadap pihak yayasan terkait pembayaran gaji yang menunggak hingga 6 bulan, Senin (14/6/2021).TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Puluhan dosen, karyawan, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta, mengancam pihak yayasan akan melakukan penyegelan kampus.

Ancaman tersebut merupakan buntut dari persoalan pembayaran gaji dosen dan karyawan STAIS yang dikabarkan menunggak sampai enam bulan.

"Dari bulan 4 sudah ada janji dari yayasan utnuk pencairan dana hibah, namun ternyata diberikan jeda waktu untuk terealisasi. Tetapi tetap tidak ada realisasi terhadap janji itu," ujar Ketua Aliansi Dosen dan Karyawan STAIS, Mustatho.

Baca Juga: Diduga Bunuh Istri dan Anaknya,  Pria di Kutim Ini Mengamuk di Masjid Lukai Imam Masjid

Pihaknya kemudian melakukan konsolidasi dengan dosen dan karyawan lain yang bernasib sama, yakni belum mendapat upah selama 6 bulan terakhir.

"Maka kami kemudian konsolidasi dengan rekan lainnya yang memang senasib. Sama-sama hanya berpiring di STAIS," ucapnya, Senin (14/6/2021).

Akibat adanya penundaan pembayaran upah tersebut, dosen dan karyawan sepakat untuk menjalankan aksi menuntut hak mereka yang tak kunjung dipenuhi.

"Tuntutannya ya itu tadi, 1 kali 24 jam agar yayasan maupun pihak terkait bisa mengupayakan pembayaran gaji karena janji-janji itu sudah nggak bisa dimakan," ujarnya.

Belum lagi ada isu yang memperparah kondisi pegawai bahwa penganggaran gaji belum diinput dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) .

Baca Juga: BREAKING NEWS Suami di Bengalon Kutim Diduga Bunuh Anak dan Istri, Pelaku Sempat ke Masjid

Dikhawatirkan dengan tidak masuknya penganggaran upah pegawai STAIS dalam SIPD, gaji dosen dan karyawan dapat tertunda hingga setahun lamanya.

"Takutnya malah setahun ke depan kita nggak dapet (upah)," ujar Mustatho.

Oleh karenanya Mustatho menuntut agar sebisa mungkin pihak yayasan dapat mensistematisir pendanaan STAIS, sehingga tidak hanya terkucur melalui dana hibah.

Kegiatan aksi yang diwarnai dengan orasi, ibadah salat duha dan hajat serta dialog bersama pimpinan yayasan.

Aksi berlangsung kondusif mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved