Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ada 27 Jenis Mangrove dan 43 Bekantan di Lokasi Wisata KKMB, Selama Pandemi Covid Sepi Pengunjung

Selama pandemi Covid-19 jumlah pengunjung sangat dirasakan menurun di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) dibandingkan sebelum pandemi Cov

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pengunjung KKMB Tarakan yang makin berkurang pasca pandemi Covid-19. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Selama pandemi Covid-19 jumlah pengunjung sangat dirasakan menurun di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Ini diakui Samsul Aris, Koordinator KKMB Kota Tarakan, berdasarkan catatan buku harian, selama Ramadan ini tingkat pengunjung mulai dari awal buka setiap hari cukup sepi.

"Dibanding hari-hari biasanya ditambah Covid-19 tambah sepi lagi," ujar Samsul.

Jika biasanya di hari libur bisa tembus 200 hingga 300 orang, selama masa Covid-19 hanya maksimal 100 pengunjung.

"Bahkan tak sampai. Kalau di hari kerja lebih sepi lagi, cuma sekitar 20-30 orang," ucapnya.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan Kalimantan Utara

Kemudian, usai Idul Fitri 1442 Hijriah kemarin, diakuinya memang terjadi peningkatan dibandingkan pandemi tahun 2020 lalu.

Estimasi kenaikan pengunjung 30 persen di tahun 2021 dibandingkan 2020 lalu.

Meski demikian jarang pengunjung dari luar datang ke Tarakan, begitu juga dari wisatawan mancanegara.

Kalaupun ada dari luar Kaltara, tujuannya hanya untuk studi banding.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved