Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sepakat Program Sesuai Kondisi Terkini, Pemerintah Terus Berupaya Pulihkan Perekonomian

Ketika menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim atas nota penjelasan perubahan RPJMD 2019-2023 dan nota

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humasprov Kaltim
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Hadi Mulyadi 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketika menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim atas nota penjelasan perubahan RPJMD 2019-2023 dan nota keuangan Raperda Pertanggunggjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kaltim 2020, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menegaskan pemerintah sependapat agar penentuan program, kegiatan, dan sub kegiatan disesuaikan dengan permasalahan pembangunan saat ini, kapasitas riil keuangan, serta mempertimbangkan semuanya dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran.

Sejalan dengan saran dari seluruh fraksi dewan, lanjut Hadi, pemerintah telah berupaya menyusun target pembangunan Perubahan RPJMD Provinsi Kaltim Tahun 2019-2023 secara realistis dalam rangka perwujudan visi-misi gubernur dan wakil gubernur di sisa waktu tiga tahun masa pemerintahan.

"Terkait pandangan semua fraksi, pemerintah akan bersungguh-sungguh dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah situasi pandemi Covid-19. Terutama dalam penentuan program, kegiatan, sub kegiatan disesuaikan dengan permasalahan pembangunan saat ini," sebut Hadi Mulyadi.

Baca juga: Pengurus P3KT Resmi Dilantik, Tahun Ini Targetkan Tanam Porang 450 Hektare

Begitu juga dengan perubahan kebijakan nasional terkait RPJMN, pemindahan ibu kota negara serta penyesuaian nomenklatur program, kegiatan, subkegiatan berdasarkan Permendagri 90 Tahun 2019 menjadi isu utama perlu dilakukannya perubahan terhadap RPJMD Provinsi Kaltim 2019-2023.

Karena itu, Pemprov Kaltim mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh fraksi terhadap upaya perubahan RPJMD Provinsi 2019-2023.

Beberapa strategi yang disusun dalam rangka untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 3,5±1 persen pada tahun 2022 dan 2023 juga dilakukan, antara lain, optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah, peningkatan daya saing komoditas nonmigas dan batu bara di pasar internasional, pengembangan industri unggulan provinsi, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dalam arti luas.

Baca juga: Program Sejahterakan Rakyat, Wagub: Pemprov Satu Frekuensi dengan DPRD

Revitalisasi pembinaan dan pengelolaan koperasi dan UKM.

"Semua itu, tidak lain dalam upaya mendukung kesejahteraan rakyat. Artinya, apa yang dikerjakan menyesuaikan program pembangunan saat ini," tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah telah berupaya dan berkomitmen agar indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) tetap dapat dipertahankan pada angka 76,15.

Strategi yang dirumuskan untuk mencapai target tersebut adalah peningkatan kualitas pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. (jay/sul/adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved