Jumat, 24 April 2026

Berita Malinau Terkini

Virus ASF Ancam Peternak Babi, Dinas Pertanian Malinau Akan Batasi Mobilisasi Komoditas

Kendati belum memastikan keberadaan virus ASF di Malinau, Dinas Pertanian Malinau melalui petugas penyuluh akan memantau kondisi peternakan.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Dinas Pertanian Malinau saat menggelar sosialisasi di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU - Kendati belum memastikan keberadaan virus ASF di Malinau, Dinas Pertanian Malinau melalui petugas penyuluh akan memantau kondisi peternakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Afri ST Padan mengatakan, karena sangat berdampak bagi usaha ternak, virus African Swine Flu (ASF) berpotensi masuk dari wilayah luar.

"Kabarnya di Berau dilaporkan sudah positif ASF. Untuk Malinau belum ada. Ini yang kita waspadai, untuk sementara edaran akan diterbitkan mewaspadai hal ini," ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Diduga Penyakit ASF Masuk ke Wilayah Krayan Timur Nunukan, 30 Ekor Babi Mati Seketika

Baca Juga: Mengenal ASF, Penyakit Yang Diduga Sebabkan Kematian Babi di Bulungan

Menurutnya, potensi keberadaan virus ASF di Malinau terbuka lebar.

Karena, ASF dikategorikan sebagai penyakit yang sangat menular pada babi.

Selain itu, terkait lalu lintas penerimaan ternak dan daging dari luar juga sama.

"Untuk penerimaan ternak dari luar, rencananya akan dibatasi untuk sementara waktu. Dinas Pertanian akan terbitkan aturan soal ini. Karena, Penyakit ini dikategorikan sangat menular pada babi," katanya.

Baca Juga: Puluhan Babi Mati di Bulungan Diduga Terjangkit ASF, Warga Kurangi Konsumsi Daging Babi

Baca Juga: Dinas Pertanian Bulungan Pastikan ASF yang Jangkiti Babi Bukan Zoonosis, jadi Tak Menular ke Manusia

Afri ST Padan menjelaskan selain melalui ternak, virus ASF berpotensi besar menyebar melalui babi liar atau babi hutan.

Dikarenakan, sejumlah wilayah Kecamatan di Malinau berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten tetangga.

Menurutnya, virus ASF tidak berbahaya bagi manusia karena tidak bersifat zoonosis. Hanya menular pada babi.

Namun kerugian besar kerap dialami para peternak karena sangat mematikan bagi hewan ternak babi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved