Rabu, 8 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Terduga Pelaku Pembakaran di Gunung Bugis Balikpapan Dinyatakan Positif ODGJ

Pihak Polsek Balikpapan Barat telah menerima hasil pemeriksaan kejiwaan dari terduga pelaku pembakaran berinisial BB (18) atau anak dari korban jiwa p

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Totok Eko Darminto membeberkan pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menindaklanjuti kasus pembakaran di Gunung Bugis, Balikpapan Barat. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pihak Polsek Balikpapan Barat telah menerima hasil pemeriksaan kejiwaan dari terduga pelaku pembakaran berinisial BB (18) atau anak dari korban jiwa pada kebakaran hebat di Balikpapan Barat beberapa tempo lalu.

Setelah 14 hari menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Atma Husada Samarinda, BB dinyatakan dalam kondisi gangguan jiwa.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Totok Eko Darminto melalui sambungan telpon, Kamis (16/6/2021).

"Hasilnya baru kita terima kemarin di Samarinda. Ini sudah ada di tangan saya, hasilnya dia gangguan jiwa," ujarnya.

Ia pun membeberkan bahwa pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menindaklanjuti kasus pembakaran tersebut.

Baca juga: Kebakaran di Baru Ulu Balikpapan, Telan 1 Korban Jiwa Ditemukan Hangus Melekat di Lantai Rumah

Hanya saja, lanjut Kompol Totok Eko Darminto, BB sendiri tak bisa dipidana akibat gangguan jiwa yang dimilikinya.

"Perkara dihentikan karena gangguan jiwa. Tapi nanti dilihat hasil dari gelar perkara seperti apa," tambah Totok.

Disinggung waktu gelar perkara tersebut dilakukan, Kompol Totok Eko Darminto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan untuk secepatnya digelar.

"Secepatnya lah kami gelar, kita sudah koordinasi dengan Polresta," ucapnya.

Masih Trauma, Korban Kebakaran di Gunung Bugis Sulit Tidur dan Sering Menangis

Diberitakan sebelumnya, Kebakaran yang terjadi di wilayah Gunung Bugis, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, masih menyisakan trauma dan kesedihan mendalam bagi korban dan warga yang tinggal di daerah itu.

Satu di antara kerabat korban, Arbaya, menceritakan kondisi korban yang juga merupakan ibunya pasca kebakaran tersebut.

Menurut wanita itu, ibunya begitu trauma hingga tak bisa tidur dan menangis sepanjang hari.

"Saat itu kondisi ibu saya sedang tidur, karena memang kejadiannya tepat pada malam hari. Kebetulan posisi rumah ibu saya hanya berjarak 10 meter dari rumah yang menjadi titik kebakaran," kenang Arbaya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved