Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Anggaran Pelatihan Bagi Eks Narapidana Terbatas, Bapas Klas II Samarinda Akan Temui Walikota

Balai Pemasyarakatan Klas II Samarinda terus berupaya, agar ketika eks narapidana binaan mereka saat kembali ke tengah masyarakat

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Salah satu pelatihan skill bagi eks Narapidana di Samarinda yaitu servis AC, yang diselenggarakan setiap tahun oleh Bapas Klas II Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Balai Pemasyarakatan Klas II Samarinda terus berupaya, agar ketika eks narapidana binaan mereka saat kembali ke tengah masyarakat bisa memiliki kemampuan untuk kembali produktif.

Oleh sebab itu, setiap tahunnya Bapas Klas II Samarinda ini selalu mengadakan pelatihan melalui Bimbingan Kemandirian Klien Pemasyarakatan.

Kepala Bapas Klas II Samarinda, Herry Muhammad Ramdan, menerangkan untuk melaksanakan pelatihan dalam skala besar pihaknya terkendala dalam hal anggaran.

Baca Juga: Bapas Klas II Samarinda Gelar Pelatihan Bagi Eks Narapidana, Bekal Cari Pekerjaan Saat Bebas

Baca Juga: Pencuri Plat Tugu Selamat Datang Samarinda-Kukar, Lurah bersama Warga Sempat Intai Pelaku

Ia menjelaskan ada 7 wilayah kerja yang harus dijangkau oleh mereka yaitu Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahulu dan Samarinda sendiri.

"Total seluruh klien hampir 1600 lebih. Karena anggaran minim, jadi kita hanya bisa merekrut dari Kota Samarinda saja," ungkapnya.

Itupun lanjutnya, instruktur yang hadir merupakan kelompo masyarakat yang peduli terhadap klien mereka dan mau berbagi ilmu secara sukarela.

"Jadi instruktur pelatihannya benar-benar iklas berbagi ilmu. Kita bayar mereka benar-benar untuk pengganti transport saja. Karena tidak ada anggaran Bapas untuk dana pendampingan, akomodasi tempat tinggal dan transport," bebernya.

Baca Juga: Percepatan Pembangunan Kota Samarinda, Walikota Andi Harun Berencana Menggandeng Tim Hukum

Baca Juga: Update Stok Darah di UDD PMI Samarinda,Jumat 18 Juni 2021, Butuh Komponen Darah TC

Meski begitu, Herry berharap pelatihan akan berkelanjutan. oleh sebab itu, pihaknya ingin mengajukan permohonan ke Pemerintah Kota Samarinda, agar ada perhatian minimal memeberikan modal agar kelompok pemasyarakatan yang mereka bina bisa memiliki Unit Usaha Mandiri (UKM) sendiri.

"Selama ini belum ada perhatian pemerintah. Namun saat ini Yayasan Sekata sudah memiliki akses untuk bertemu Walikota, tinggal kita jadwalkan saja," terangnya.

Karena menurutnya sebagai lembaga pemasyarakatan untuk menjadikan warga binaan Bapas kembali produktif bukan hanya tugas Bapas saja.

Melainkan juga tugas dari element kalangan masyarakat dan Pemda itu sendiri.

"Jadi jangan ditumpukan ke Bapas saja. Apalagi anggaran dan petugas kita sangat sedikit," tandasnya.

Begitupun Kepala Bidang Pembinaan Anak Bapas Klas II Samarinda, Fitriyadi menerangkan saat ini pihaknya sudah mengatur janji untuk bertemu Walikota Samarinda, Andi Harun.

Ia menjelaskan, akan memaparkan program pelatihan yang sudah mereka jalankan setiap tahunan tersebut kepada Pimpinan Daerah Samarinda tersebut.

"Kita akan perkenalkan Bapas itu apa, fungsinya apa. Karena kita bertugas bagaimana agar warga Samarinda yang pernah melakukan tindak pidana bisa kembali ke masyarakat dengan produktif," terangnya.

Dengan begitu, Adi sapaan akrabnya berharap Pemkot bisa memberikan penanaman modal bagi warga binaan Bapas yang sudah bebas nantinya.

"Jadi anggarannya tepat sasaran. Apalagi dana kita sangat minim, kita ingin merangkul semua dan walikota sebagai pemimpin daerah bisa menggerakan instansi di bawahnya," terang Adi.

Kemudian lagi tujuan mereka ingin bertemu Walikota karena pertama pemodalan, kedua bagaimana agar kegiatan tersebut bisa didukung oleh pemda secara langsung.

Baca Juga: BREAKING NEWS Plat Tugu Selamat Datang Samarinda Kukar Hilang, Warga Tangkap Basah Pelaku

Baca Juga: Sebulan Pascalebaran, Dinas Kesehatan Sebut Kasus Covid-19 di Samarinda Masih Stagnan

"Ini kita ada dapat pinjam pakai lahan dari Yayasan Sekata seluas 3.300 meter. Nah untuk mengelola Walikota bisa merangkul berbagai element untuk bekerja sama menjadikan lahan ini tempat pelatihan, perkebunan tanaman hortikultura, dan perikanan," terangnya lagi.

"Nanti hasilnya akan kita bagi dengan klien kita itu. Jadi mereka bisa mendapat penghasilan tambahan. Tujuan kita bagaimana besi yamg sudah bengkok kita luruskan lagi," harap Adi. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved